Suzuki Carry Truntung ST10 dan ST20

Suzuki Carry Truntung ST20

Suzuki Carry dengan kode bodi ST10 dan ST20 merupakan mobil pickup pertama Suzuki yang diproduksi di Indonesia. Suzuki Truntung pertama kali diproduksi di Jepang pada tahun 1976 dan pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1976. Proses produksi Suzuki Truntung pada awalnya hanya dilakukan di Iwata prefektur Shizouka Jepang. Namun karena aturan pajak kendaraan bermotor di Indonesia tahun 1973, jadilah mobil ini juga dirakit di Indonesia. Mobil ini dinamakan Truntung, Teruntung atau Trontong dibeberapa daerah karena onomatopoetic atau bunyi yang berasal dari mesin 2 tak yang digunakan menghasilkan suara "truntung" yang pada akhirnya menjadi sebutannya.
Desain Suzuki truntung ini masih sedikit mencirikan Suzuki Carry generasi keempat dan kelima yang masih memiliki nafas desain ala Giorgetto Giugiaro dari rumah desain Italdesign yang ternama. Namun demikian, tentu ada ubahan menyesuaikan perkembangan jaman dimana desainnya dibuat lebih minimalis untuk menyesuaikan dengan demografi konsumen Suzuki truntung serta produksi yang mana dibuat lebih murah untuk menyesuaikan pasar. Garis-gari lekukan pada bodinya dibuat lebih minim dan sedikit kotak mengikuti trend. Bagian paling unik mungkin ada pada handle pintu depan yang posisinya vertikal tidak seperti mobil lain yang horisontal.

ST10

Pada tahun 1976, pemerintah Jepang merevisi aturan mengenai mobil kei dimana pada saat itu ukuran mesinnya direvisi menjadi maksimal 550cc. Suzuki merespon keadaan ini dengan menghadirkan generasi keenam dari Suzuki Carry dengan mana di Jepang sebagai Suzuki Carry 55 yang memiliki kode bodi ST10. Di Indonesia, Suzuki melalui ATPM PT Indohero juga menghadirkan Carry baru ini pada tahun 1976 dan menjadikannya mobil Suzuki pertama yang hadir dan dibuat di Indonesia bersama dengan Suzuki Fronte LC20. Suzuki ST10 saat itu belum menyandang nama Carry dan hanya dipasarkan dengan nama Suzuki pickup.

ST20

Pada tahun 1977, kiprah Suzuki ST10 dihentikan dan digantikan dengan Suzuki ST20. Pada dasarnya keduanya adalah mobil yang sama hanya saja terdapat sedikit perbedaan ukuran dimana Suzuki ST20 menjadi sedikit lebih besar. Di Jepang sendiri ST20 lebih dikenal dengan nama Suzuki Carry 55 Wide. Selain itu, terdapat perbedaan pada bagian grill depan dimana ST10 tidak memiliki grill dan berwarna sewarna body sementara ST20 mendapat grill pastik berwarna hitam yang desainnya menyatu dengan rumah lampu.

Sesuai dengan namanya, Suzuki Truntung di Indonesia pada awalnya hanya tersedia dalam bentuk pickup saja. Untuk tipe pikap, menurut pabrikannya hanya bisa mengangkut barang seberat 350Kg. Meski begitu, seperti kebiasaan supir dan juragan di Indonesia yang menyepelekan keselamatan, tidak jarang Suzuki Truntung diberi muatan yang lebih berat daripada kapasitas yang direkomendasikan. Pilihan baknya sendiri hanya ada bak standar yang lebih rendah dan terdapat tonjolan untuk rumah roda dan ruang mesin.

Berhubung masa produksinya bertepatan dengan masa jayanya industri karoseri, muncul juga Suzuki Truntung dengan bodi minibus. Salah satu karoseri yang populer untuk membuat bodi minibus mobil ini adalah karoseri Adiputro dan Liling Putra dari Bandung Jawa Barat. Fitur versi minibusnya tidak beda jauh dengan versi pikap, hanya saja bagian belakangnya diberi bodi dengan sebuah pintu dibagian tengah sisi kiri, jendela geser dan bangku penumpang. Jangan harap ada fitur mewah yang terpasang pada Suzuki Truntung. AC tidak tersedia namun gantinya terdapat ventilasi udara dibagian depan bawah grill, velg memakai ukuran 10inch dan kaki-kaki depan double wishbone serta per daun dibelakang yang membuatnya lumayan nyaman dikelasnya mungkin menjadi satu-satunya kemewahan yang ada dimobil ini.

Di Jepang sendiri memang ada varian van atau staion wagon yang dibuat oleh Suzuki bahkan lengkap dengan pintu geser dimana pada tipe van ini kode bodinya ditambah huruf V menjadi misalkan ST20V. Meski begitu, varian karoseri Suzuki Truntung ini biasanya berbeda jauh bentuknya dengan Carry Van di Jepang tergantung kreativitas perusahaan karoseri yang membuat bodinya.

Suzuki Truntung baik ST10 maupun ST20 menggunakan mesin dengan konfigurasi 2 tak 3 silinder berkapasitas 550cc. Karena memakai mesin 2 langkah, Suzuki Truntung memakai oli samping seperti motor 2 tak pada umumnya. Mesin ini masih menggunakan karburator untuk pasokan bahan bakar dan platina untuk pengapian. Untuk urusan pendinginan mesin, mobil ini bisa selangkah lebih maju dengan penggunaan pendingin cairan atau water cooled. Tenaga maksimum yang bisa dihasilkan Suzuki Truntung mencapai 33Hp pada 4500Rpm dan torsi sekitar 52Nm pada 3000Rpm. Transmisi yang digunakan masih standar jaman itu dengan transmisi manual 4 percepatan untuk menggerakkan roda belakang.

Berat kosong Suzuki Truntung hanya sekitar 650Kg untuk versi pikapnya. Tenaga dan torsi Suzuki Truntung  diatas kertas memang sangat kecil. Namun kenyataanya, dengan konfigurasi mesin 3 silinder 2 langkah, tarikan bawah Suzuki Truntung lumayan kencang bahkan pada stiker dibelakang baknya terdapat stiker kapasitas muat mencapai 750Kg. Beberapa orang malah ada yang bilang kalau akselerasi Suzuki Truntung ini mirip dengan Yamaha RX-King yang sering dipakai jambret untuk melarikan diri. Karena akselerasinya ini, tidak jarang pada jaman 80an dulu banyak anak muda yang iseng ikut serta dalam ajang slalom menggunakan mobil pikap ini. Walaupun akselerasinya lumayan, namun sepertinya Suzuki Truntung masih kalah dengan pikap lain sekelasnya untuk urusan angkutan barang dilihat dari populasinya yang sudah mulai jarang beroperasi di wilayah pegunungan.

Di daerah perkotaan, mungkin sudah jarang populasi Suzuki Truntung dan kebanyakan mungkin sudah dibesi tuakan. Namun di beberapa wilayan pelosok, ternyata Suzuki Truntung ini masih lumayan banyak beroperasi dan menjadi buruan kolektor dan pengusaha kecil. Ini mungkin dikarenakan bentuknya yang terkesan kecil, unik dan klasik. Selain itu karena menganut mesin 2 langkah 3 silinder membuat torsi Suzuki Truntung lumayan hebat walau kapasitas murni silindernya hanya 538cc. Mesin 2 tak Suzuki truntung ini punya kelebihan berupa sederhana dan terkesan maintenance free karena salah satu cirikhas mesin 2 langkah adalah minimnya part bergerak didalam mesin yang membuatnya lebih sedikit perawatannya. Kelemahannya mungkin hanya ada pada bunyi yang berisik, penggunaan oli samping serta asap putih yang keluar dari kanpot khas mesin 2 langkah.

Spesifikasi Suzuki Carry Truntung ST10 dan ST20 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Suzuki Carry Truntung ST10 dan ST20
Jenis Pickup
Minibus (karoseri)
Tipe ST10
ST20
Mesin LJ50 2 stroke 539cc
Bore X Stroke 61.0 X 61.5 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 1.840 mm
Panjang 3.195 mm
Lebar 1.395 mm
Tinggi N/A


Comments

  1. Kmrn ini ketemu sama konvoi truntung 4-5 mobil, suaranya khas betul truntung tung tung merdu

    ReplyDelete
  2. Auto repair manuals free for Suzuki is an awesome pdf for the suzuki car owners. In some European markets the SX4 is sold as the Fiat Sedici, and in some Asian markets as the Maruti Suzuki SX4.

    ReplyDelete
  3. Jual truntung st20 tahun 1979 ORI 18 jt....surat lengkap pajak sdh diperpanjang 2023, msh hidup...lokasi Parakan kab.Temanggunh Jateng...WA 082237554889

    ReplyDelete
  4. Mungkin ini mobil 2 tak terakhir di Indonesia ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, ini adalah mobil populer bermesin 2 tak terakhir di Indonesia. tapi kalau mau diitung, calon Mobnas Maleo (1994) juga rencananya pakai mesin 2 tak Orbital

      Delete
  5. Saya juga punya truntung minibus 77 warna krem lkp surat, keliatan jadul abis klo pake truntung

    ReplyDelete
  6. Dulu saya pelihara truntung minibus 78 selama lima tahun, 82 sd 87. Selama 5th itu buat mondar mandir kebun jeruk jkt ke muntilan jateng. Asyik ... ada aja yg nanya2. Awal 82 saya jual karena kaki kaki udah aus, mobil mulai sempoyongan ....

    ReplyDelete
  7. Mau tanya bang...
    Lubang in yang ada di pompa oli samping yg mana ya,dekat tuas pompa oli atau bukan bang...?

    ReplyDelete

Post a Comment