Nissan Sentra Kotak B12

Nissan Sentra SGX B12

Nissan Sentra diperbarui pada tahun 1985 hampir bersamaan dengan tujuan Nissan saat itu yang "menendang" nama Datsun dan menggantikannya dengan Nissan. Di Indonesia, Sentra B12 yang diperkenalkan pada tahun 1988 ini dijual dengan nama Sentra. Mobil ini dijual terlambat karena pada saat itu Wahana Wirawan sebagai ATPM Nissan di Indonesia masih sibuk dengan Nissan Sunny B11 dan Datsun Stanza yang saat itu dijual khusus untuk fleet taksi.

Desain mobil ini mengikuti trend era 80an dimana bentuk serba kotak menjadi favorit perusahaan otomotif dunia. Di Indonesia, Nissan Sentra dengan kode B12 ini dijual dalam 2 varian yaitu sedan 4 pintu dan kupe sporty 2 pintu yang diberi nama Sentra RZ-1. Terlihat kontras antara keduanya karena Sentra RZ-1 memiliki bentuk serba sporty ala 80an semetara Sentra terlihat seperti sedan medioker era 80an. Model pertama yang muncul antara 1988 sampai 1989 memiliki ciri berupa bumper depan dan belakang monyong ala US style. Selain itu, karena bumper belakangnya besar otomatis plat nomer diletakkan diantara lampu belakang. Untuk model 1989 sampai 1990 bumper mobil ini menjadi kecil dan plat nomor belakang berada di bagian bumper. Sebagai tambahan, pada model ini terdapat garnish merah memanjang khas mobil awal 90an.

Ada 2 varian dari Nissan Sentra B12 di Indonesia secara mesin. Pada versi awal Nissan membekali mobil ini dengan mesin Nissan E16S dengan konfigurasi 4 silinder SOHC 16 valve berkapasitas 1600cc dengan karburator. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sekitar 70Hp. Nissan Sentra dengan mesin E16 ini memiliki kode PB12. Pada tahun 1989 akhir, muncul Nissan Sentra dengan mesin Nissan GA16DE dengan konfigurasi 4 silinder DOHC 16 valve berkapasitas 1600cc dengan injeksi elektronik. Mesin yang juga terpasang pada Sentra genesis B13 ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 110Hp pada 6000Rpm dan torsi 146Nm pada 4000Rpm. Kode Sentra B12 dengan mesin ini adalah GB12. Untuk menggerakkan roda depan, digunakan transmisi manual 5 percepatan dan ada pilihan otomatis 4 percepatan walaupun sangat langka.

Di Indonesia, Nissan hanya menjual Sentra B12 sedan dalam 1 varian saja yaitu Sentra SGX. Fitur yang diusung mobil ini sudah cukup lengkap seperti AC, power window, power steering, central lock, electric mirror dan radio tape yang sudah umum terpasang pada mobil lain sekelasnya di jamannya seperti Grand Civic dan Corolla Twincam. Interior mobil ini masih mengandalkan kain halus berwarna abu-abu yang cukup modern dimasanya. Untuk keselamatan, Nissan hanya menyediakan rem cakram didepan, rem teromol dibelakang serta sabuk pengaman 3 titik hanya untuk penumpang depan.

Nissan Sentra belakang B12

Kelebihan mobil ini adalah mesinnya yang cukup kencang dan pengendaliannya yang ternyata cukup enak dan spontan tanpa meninggalkan kenyamanan. Karena mobil ini kurang laku saat masih baru jika dibandingkan Toyota atau Honda bahkan Mitsubishi, populasi mobil ini cukup jarang di jalanan. Tidak heran kalau pada akhirnya mencari part seperti part body cukup jarang ditemukan. Kelemahan lainnya dari mobil ini ada pada gearboxnya dimana tidak jarang menemukan Sentra B12 dengan gearbox yang macet.

Spesifikasi Nissan Sentra Kotak B12 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Nissan Sentra Kotak B12
Jenis Sedan
Tipe B12
Mesin E16S SOHC 1600cc
GA16DE DOHC 1600cc
Bore X Stroke 76.0 X 88.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator (E16)
Injeksi (GA16)
Transmisi Manual 5 Speed
Otomatis 4 Speed
Wheelbase 2.430 mm
Panjang 4.285 mm
Lebar 1.640 mm
Tinggi 1.379 mm


Comments

  1. Teman saya kuliah, keluarganya yang di Surabaya punya mobil ini, warnanya merah ngejreng. Jadi tiap lihat mobil ini jadi ingat awal2 kuliah pas sering ke rumah temanku itu.

    ReplyDelete
  2. Mobil aku Nissan sentra b12,tahun 1989.

    ReplyDelete
  3. Untuk mobil Sentra B12 ini apakah cocok sebagai pemula/mobil pertama? Kebetulan tertarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau menurut saya 50:50 tapi mungkin cari yang lain saja. Iya mobilnya lumayan bagus cuma mungkin pemula kalau tidak paham perbengkelan taunya cuma pake bakalan repot sendiri. Apalagi mobil seangkatan ini biasanya sudah kena karatan yang perbaikannya tidak pandang mau Nissan mau Mercedes harganya sama-sama mahal.

      Delete

Post a Comment