Sejarah Toyota Corona di Indonesia

Logo Toyota Corona

Toyota Corona diperkenalkan pada tahun 1957 setelah sebelumnya Toyota memperkenalkan mobil mewahnya yang bernama Crown. Berbeda dengan Crown yang besar, Corona didesain 1 tingkat lebih kecil daripada Crown dan masih lebih besar daripada Corolla. Masih berhubungan dengna Crown, nama Corona sendiri diambil dari bahasa latin yang berarti mahkota. Logo Corona sendiri diambil dari gambar corona matahari.

Selain Corona, untuk mengisi pasar Toyota juga memproduksi Corona versi lain yang bernama Toyota Carina. Carina ini lebih pas disebut Celica sedan 4 pintu namun ketika pertengahan 80an menjadi Corona versi Eropa. Kode sasis yang digunakan Corona adalah T sementara Carina pada awalnya adalah A seperti Celica namun kemudian Celica dan Carina berubah menggunakan kode sasis T sementara kode sasis A dipertahankan untuk Toyota Supra. Selain itu dalam perjalanannya yang panjang, Corona juga memiliki beberapa spin off yang bisa dilihat sebagai berikut.

1957 Corona T10

Corona pertama kali diperkenalkan di Jepang pada bulan mei 1957 dengan bentuk ponton yang sepintas mirip dengan Morris dan Ford. Mesin yang diusung Corona generasi pertama ini adalah Toyota S dengan side valve dan berkapasitas hanya 1000cc saja yang mana mesin ini "menyontek" rancang bangun mobil Jerman era 30an, Adler Trumpf Junior.

Baru kemudian pada model faceliftnya yang muncul pada 1958 Corona mendapatkan mesin OHV baru Toyota P yang sama-sama berkapasitas 1000cc. Mesin ini kelak nantinya banyak dipakai oleh mobil-mobil barang Toyota yang dijual di Jepang sampai dasawarsa 70an awal. Selain varian sedan 4 pintu, mobil ini juga tersedia dalam bentuk van atau station wagon 2 pintu dengan nama Coronaline.

1960 Corona T20

Generasi kedua Corona muncul pada tahun 1960 dengan model yang dibuat mirip dengan Toyota Publica yang mana masih menganut desain ponton. Desainnya sendiri juga masih "menyontek" mobil-mobil Ford terutama Ford Thunderbird bercampur Morris dijamannya. Mobil ini menjadi Corona pertama yang diekspor kebeberapa negara seperti Amerika dan yang cukup mengejutkan, cukup laris untuk ukuran mobil Jepang saat itu berbeda dengan Toyota Crown. Selain itu, Australia juga menjadi negara selain Jepang yang memproduksi Toyota Corona. Khusus untuk generasi kedua ini, mobil ini juga disebut sebagai Toyota Tiara atau Toyopet Tiara dimana untuk varian ekspor saat itu Toyota memilih menggunakan merk Toyopet. Versi van dan pickup 2 pintu dari sedan ini juga ada dan dijual dengan nama Toyota Coronaline.

Pilihan mesinnya sendiri mulai beragam menyesuaikan pasar ekspor. Versi Jepang masih tetap setia dengan mesin P 1000cc meski ada pilihan mesin R 1500cc yang awalnya terpasang pada Toyota Crown. Versi akhir tahun 1964, mobil ini mendapatkan mesin Toyota R dengan konfigurasi 4 silinder 1900cc yang jauh lebih bertenaga.

1964 Corona T40

Toyota memperbarui tampilah Corona pada tahun 1964. Memasuki generasi ketiganya yang nantinya dirancang agar tidak hanya sesuai selera orang Jepang saja namun juga masyarakat dipenjuru dunia, Toyota mulai berinovasi melalui desain mobil ini meninggalkan gaya desain "nyontek" mobil Amerika. Desain mobil ini dibuat oleh Toyota dibantu oleh Batista Farina, pendiri rumah desain dan karoseri Pininarina yang terkenal handal mengerjakan desain mobil (dan barang lainnya) dengan cantik. Berbeda dengan 2 generasi sebelumnya yang mengambil styling ponton, Corona dengan kode T40 dan T50 ini memiliki bentuk yang sedikit mengotak.

Toyota Corona RT40

Mesin yang tersedia pada generasi ini makin banyak mulai dari 1200cc, 1300cc, 1500cc, 1600cc, sampai 1900cc dimana semuanya merupakan varian mesin Toyota P dan Toyota R. Pilihan transmisinya sendiri juga sangat beragam mulai dari otomatik yang disebut Toyota sebagai Toyoglide 2 percepatan, manual 3 percepatan dan manual 4 percepatan dengan sinkromesh.

Di negara asalnya, Corona ini dijual dalam beberapa tipe mulai dari sedan 4 pintu, hardtop coupe 2 pintu, wagon bahkan sampai pickup ute. Meskipun begitu, sepertinya di Indonesia hanya hadir varian sedan 4 pintunya saja walau tidak menutup kemungkinan varian lain seperti wagon sempat terdampat di Indonesia. Meskipun tidak dijual oleh ATPM di Indonesia, namun karena impor mobil jaman itu yang masih cukup mudah tidak menutup kemungkinan ada banyaknya populasi mobil ini di Indoensia. Baik itu varian sedan 4 pintu maupun sedan 2 pintu hardtop.

1971 Corona T80

Saat pertama kali Toyota Astra Motor (TAM) berdiri pada 12 April 1971, Toyota Corona menjadi salah satu produk awal yang dijual oleh TAM dimana Corona ini diluncurkan pada bulan September tahun 1971. Meskipun tahun 1971 belum ada kewajiban untuk merakit mobil didalam negeri, namun Corona mulai generasi ini sudah dirakit di Indonesia. Untuk versi Indonesianya, hanya ada varian sedan 4 pintu saja sementara seperti biasa, di Jepang Corona ini tersedia dalam berbagai bentuk mulai dari sedan 4 pintu, coupe 2 pintu dan station wagon 5 pintu. Pilihan mesinnya di Indonesia hanya tersedia mesin 12R OHC 8 valve dengan kapasitas 1600cc saja yang dipadukan dengan transmisi manual 4 percepatan.

Toyota Corona RT81

Karena Corona T80 ini baru masuk ke Indonesia pada tahun 1971, model yang masuk kesini merupakan model facelift dengan ciri pindahnya lampu sein dari yang sebelumnya horisontal kecil mengikuti garis grill menjadi vertikal terpisah dari grill. Pada tahun 1972, Toyota melakukan pembaruan berupa desain grill baru dengan lubang hawa berbentuk vertikal yang diperkenalkan tahun 1971 ditambah dengan sebuah palang horisontal. Bentuk lampu utamanya masih sama dengan empat buah lampu bulat sementara dibelakang memakai lampu berbentuk kotak dengan list chrome.

1974 Corona Deluxe 1600 T100

Pada tahun 1974, Toyota memperkenalkan generasi keempat dari Corona yang di Indonesia populer dengan julukan Corona 1600 atau Corona Deluxe karena mobil ini bermesin 1600cc dan hanya dijual dalam 1 trim level saja yaitu deluxe. Masih sama dengan generasi sebelumnya, di Indonesia Corona deluxe ini hanya dijual dalam bentuk sedan 4 pintu saja sementara di negara asalnya juga ada varian hardtop coupe 2 pintu, station wagon 5 pintu dan sedan 2 pintu.

Toyota Corona Deluxe 1600

Ciri khas dari Corona yang kemudian berlanjut kegenerasi selanjutnya adalah lingkaran pada pillar C mobil ini. Urusan mesin, mobil ini menggunakan mesin yang masih sama dengan mesin 12R OHV 8 valve berkapasitas 1600cc yang dipadukan dengan transmisi manual 4 percepatan.

1979 Corona 2000 & Corona TT T130

Pada generasi kelima ini, Corona mendapatkan mesin 2000cc di Indonesia. Oleh karena itu mobil ini mendapatkan julukan Corona 2000. Mengikuti tren desain 80an yang serba kotak, Corona generasi keenam ini juga mengambil bahasa desain serba kotak. Ciri khas dari mobil ini ada pada lampu depannya yang berbentuk kotak 4 buah. Spion mobil ini aslinya berada di fender depan yang dikenal juga dengan istilah spion tanduk. Ciri khas mobil mewah jaman dulu, aksen chrome pada mobil ini cukup banyak mulai dari bumper, lis grill depan, rumah lampu, lis kaca, handle pintu, sampai cover spion tanduknya. Interiornya sendiri berwarna hitam ala mobil 70an dengan speedometer yang belum memiliki tachometer berbentuk kotak.

Toyota Corona 2000

Masih tetap sama dengan resep sebelumnya, di Indonesia mobil ini hanya mendapatkan bentuk bodi sedan 4 pintu dimana di negara asalnya ada station wagon 5pintu, hardtop coupe 2 pintu, juga liftback 5 pintu. Pilihan mesinnya juga hanya ada mesin 18R berkapasitas 2000cc dengan transmisi manual 4 percepatan. 

Toyota Corona TT




Versi facelift Corona 2000 muncul pada tahun 1981 dengan ciri khas bumper dan lampu depan ala USDM yang ndower dan besar. Mesinnya mengalami perubahan menjadi 1800cc dengan kode 3T. Oleh karena itu mobil ini mendapat julukan Corona TT berhubung kode mesin dan sasisnya sama-sama T. Corona TT ini hanya muncul pada tahun 1981 dan selama 1982 Toyota tidak menjual Corona kecuali Toyota Corona Mark ii yang lebih besar dan mewah dibandingkan Toyota Corona.

1983 Corona GL dan SE

Pada era 80an, hampir semua mobil penumpang beralih dari gerak roda belakang menjadi gerak roda depan. Toyota melakukan peralihan ini pada lineup Toyota Corona mulai generasi ketujuh yang di Indonesia dikenal juga dengan julukan Toyota Corona GL dan SE. Di Jepang yang menjadi negara asalnya, Corona dengan kode T150 ini diberi nama Corona FF. Yang unik, Toyota juga menjual versi gerak roda belakangnya yang diberi kode T140. Berbeda dengan Corolla E80 dengan AE85 dan AE86 yang masih satu platform dengan 2 pilihan penggerak roda, Corona T140 dengan T150 ini sudah hampir beda luar dalam biarpun masih satu generasi.

Toyota Corona GL

Corona penggerak depan ini memiliki mesin yang mengecil dibanding pendahulunya. Toyota hanya menjual Corona T150 ini dengan mesin 4A-LU yang sama persis dengan Daihatsu Charmant hanya saja posisinya diputar 90 derajad karena Charmant RWD sementara Corona FWD. Mesin ini berkapasitas 1600cc 4 silinder SOHC 8 valve dengan pengabut bahan bakar karburator. Mesin ini digabungkan dengan pilihan transmisi manual 5 percepatan saja

Sekitar tahun 1985, Toyota mengeluarkan versi facelift mobil ini. Perbedaan antara versi sebelum facelift dengan facelift tidak terlalu banyak karena sepintas modelnya masih sama saja. Perbedaan yang paling jelas terlihat ada pada bagian belakang dimana lampu belakang yang dibuat lebih besar sedikit. Ada yang bilang versi sebelum facelift disebut dengan Corona GL sementara versi facelift ini disebut dengan nama Corona SE. Secara fitur, Corona T150 ini masih tidak berubah dengan berbagai fitur yang lebih advance dibanding Corolla dimasanya. Power steering, power window, central lock sudah menjadi perlengkapan standarnya. Di Jepang sendiri, mobil ini menjadi mobil Jepang pertama yang dilengkapi dengan speedometer digital.

1987 Corona Twincam

Dinamai Corona Twincam sama seperti Toyota Corolla Twincam, yaitu karena pada Toyota Corona dengan kode T170 ini mulai digunakan mesin DOHC yang Toyota menyebutnya sebagai Twin Cam. Mobil ini sering disebut Corona "Twincam" karena sudah dan baru pertama kali sedan ini pakai teknologi itu di Indonesia.

Toyota Corona Twincam 1600

Toyota Corona Twincam memiliki 2 pilihan mesin berupa Toyota 4A-F 1600cc dan 3S-FE 2000cc. Mesin 4A-F ini sama persis dengan yang terdapat pada Toyota Corolla Twincam SE Limited dengan kode bodi AE92. Berkapasitas 1600cc DOHC dengan pengabut bahan bakar karburator ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 94hp pada 6500rpm dan torsi 135 Nm pada 3600rpm. Versi 2000cc yang diberi badge Ex Saloon G sendiri memakai mesin 3S-FE yang sama dengan yang dipakai Toyota Celica. Mesin DOHC 16 valve 1998cc ini sudah menggunakan EFI (Electronic Fuel Injection) untuk suplay bahan bakarnya. Untuk transmisinya sendiri terdapat 2 pilihan dimana untuk varian 2000cc mendapat pilihan manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan sementara varian 1600cc hanya mendapat pilihan manual 5 percepatan.

Perbedaan Toyota Corona Twincam versi 1600cc dengan 2000cc bisa dilihat dari emblem (kalau ada) dan beberapa fiturnya. Untuk varian 2.0 akan ada tulisan 2.0 dan G di bagasi belakangnya. Untuk varian 1.6 hanya akan ditemukan tulisan GX. Versi 2000cc sudah dilengkapi discbrake pada keempat rodanya sedangkan versi 1600cc hanya ada 2 di roda depan. Selain itu, handle pintu dan spion sewarna body untuk model 2.0 dan warna hitam untuk 1.6. Speedometer untuk versi 2000cc juga sudah menganut model digital yang modern sedang versi 1600cc masih analog seperti mobil pada saat itu umumnya. Untuk mengoperasikan AC pada Toyota Corona Twincam 2000cc cukup menekan tombol di dashboard tengah seperti mobil mewah pada umumnya. Selain itu, pada model ini setir memakai model 4 spoke dan shift knob yang dilapisi kulit. Terakhir, Toyota Corona Twincam Ex Saloon G memakai velg dengan PCD 5X100 yang merupakan PCD langka sedang Toyota Corona Twincam GX memakai velg dengan PCD 4X100 yang umum ditemukan.

1992 Corona Absolute

Pada tahun 1992, lahir generasi kesembilan dari Toyota Corona yang di Indonesia mendapat julukan Corona Absolute atau Corabs karena tagline mobil ini. Masih sama dengan generasi sebelumnya, Toyota Corona Absolute ini dibekali dengan 2 tipe pilihan mesin. Mesin yang paling kecil adalah 4A-FE DOHC 1600cc sedang yang paling besar 3S-FE yang juga DOHC. Perbedaanya dengan Corona sebelumnya pada mesin 4A sudah menggunakan injeksi.

Toyota Corona Absolute

Di Indonesia tersedia 4 tipe Corona Absolute, yaitu 1.6 gx yang paling standar dengan mesin 1600cc, 1.6 ex saloon G yang sama dengan versi gx hanya saja lebih mewah dengan aksesoris dan material interior yang lebih baik, 2.0 ex saloon G m/t dengan transmisi manual dan 2.0 ex saloon G a/t dengan transmisi otomatis. Fitur fitur lainnya seperti AC, PW, PS, sampai dual electric mirror (folded) juga tersedia sebagai bawaan. Sayangnya speedometer digital pada generasi sebelumnya ditinggalkan dan diganti dengan speedometer analog yang lebih umum.

Untuk pilihan bodinya sendiri masih tetap hanya tersedia sedan 4 pintu di Indonesia. Di Jepang, terdapat versi hardtop sedan 4 pintu bernama Corona EXiV dan station wagon diberi nama Caldina. Selain itu ada juga varian liftback 5 pintu yang tidak masuk ke Indonesia. Corona Absolute di Indonesia dijual sampai sekitar 1996 saja dan produksinya digantikan oleh Toyota Camry XV40 yang berukuran sedikit lebih besar menjadikannya generasi Corona terakhir di Indonesia.

1997 Corona Premio

Nama Corona masih berlanjut pada 1997 ketika diluncurkannya generasi kesepuluh yang Corona Premio dimana nama Premio sendiri diambil dari nama Toyota Premio yang menjadi model utama karena Corona Premio merupakan varian spin off. Meskipun mobil ini tidak dijual resmi oleh TAM, namun populasi mobil ini cukup banyak diwilayah FTZ seperti Batam dimana mobil ini dijadikan armada taksi.

Toyota Corona Mark II

Toyota Corona Mark ii

Selain Corona sedan, di Indonesia Corona juga muncul varian spinoffnya pada tahun 1982 dengan nama Toyota Corona Mark II. Berbeda dengan Corona yang memiliki kode sasis T, Corona Mark II memiliki kode sasis X dan mesin 2000cc 12R. Corona Mark II yang hadir di Indonesia ini sebenarnya sudah merupakan generasi keempat dari Corona Mark II yang awalnya menggunakan platform Corona T40 namun pada generasi keduanya menjadi platform tersendiri dengan kode X. Penerus dari Corona Mark II di Indonesia ini kemudian menjadi Toyota Cressida X70. Di Jepang, mobil ini kemudian berkembang menjadi triplet Toyota Mark II, Toyota Chaser yang lebih sporty dan Toyota Cresta yang lebih mewah. Setelah Cressida di Indonesia dihentikan penjualannya pada 1988, tidak ada lagi penerus X chassis yang kini populer sebagai mobil drift di Jepang ini di Indonesia. Meski begitu dengan kedatangan Toyota Mark X X130 pada 2013 sebagai calon taksi mewah menjadi penerus dari generasi Corona Mark II ini di Indonesia.

Bersamaan dengan berakhirnya milenia kedua, nama Corona juga berakhir. Setelah Corona Premio penjualannya dihentikan pada 2001, tidak ada lagi kelanjutan dari Toyota Corona. Model sedan Toyota yang memiliki spesifikasi dan ukuran mirip dengan Corona adalah Toyota Premio dan Toyota Allion untuk Carina serta Toyota Avensis. Di kebanyakan pasar internasional, posisi Corona sendiri sudah tergantikan oleh Camry yang memang pada awalnya merupakan Corona gerak depan namun karena berkembang menjadi berukuran lebih besar daripada Corona menjadikannya lebih pantas disebut Toyota Mark II atau Mark X gerak roda depan.

0 Response to "Sejarah Toyota Corona di Indonesia"

Post a Comment