Nissan Latio sedan & hatchback C11

Nissan Latio hatchback Indonesia

Pada tahun 2007, Nissan Motor Indoensia memperkenalkan mobil menengah bernama Nissan Latio untuk bersaing dengan pesaingnya seperti Honda Civic, Mazda 3 dan Toyota Corolla di Indoensia. Di Jepang sendiri mobil ini dijual dengan nama Nisan Tiida sementara di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Thailand dan Malaysia mobil ini dijual dengan nama Nissan Latio.


Sepintas desain Nissan Latio ini mirip dengan desain Renault Megane II hatchback dimana ciri khasnya ada pada pillar C yang tebal dan menjorok kedalam sampai bagian kaca yang kemudian diteruskan pada bagian kaca kebawah menjorok keluar meskipun tidak sedramatis Megane. Dibagian depannya, Latio punya ciri khas yang berbeda dengan Megane dimana fascia depan Latio lebih mirip dengan Nissan Grand Livina L10 hanya saja lampu depannya dibuat lebih lebar mendekati fender.

Meskipun dibangun diatas platform Nissan B platform yang berarti masih serancang bangun dengan Nissan Grand Livina atau Evalia yang dirakit di Indonesia, namun Nissan Latio yang dijual di Indonesia merupakan mobil impor utuh atau CBU dari pabrik Nissan di Samut Prakan, Thailand. Mobil ini dijual antara 2005 sampai sekitar 2010 saja tanpa ada penerusnya. Nissan Latio sedan sendiri lebih panjang umurnya karena dijual antara 2007 sampai sekitar 2012.

Nissan Latio sedan taksi Indonesia

Selain hatchback, Nissan Latio juga diperkenalkan dalam bentuk sedan di Indonesia. Nissan Latio sedan ini berbeda dengan Nissan Latio hatchback yang dijual untuk keperluan pribadi karena Latio sedan dijual untuk kebutuhan taksi. Perusahaan taksi yang memakai Nissan Latio sedan ini adalah Gamya dan Sri Medali. Kini, Nissan Latio sedan digantikan posisinya sebagai sedan taksi oleh Nissan Almera sejak 2013.

Nissan Latio hatchback dibekali dengan mesin Nissan MR18DE dengan konfigurasi 4 silinder segaris DOHC 16 valve berkapasitas 1800cc. Mesin yang sama dengan mesin Nissan Grand Livina 1.8 ini mampu menghasilkan tenaga 122Hp pada 5500Rpm dan torsi 174Nm pada 4800Rpm dengan sistem bahan bakar injeksi direct injection. Untuk menggerakkan roda depan, digunakan transmisi manual 5 percepatan atau otomatis 4 percepatan standar.

Berbeda lagi untuk Nissan Latio sedan. Latio sedan dibekali dengan mesin Nissan HR16DE yang berbeda namun masih sebangun dengan mesin Nissan Grand Livina 1.5 dimana mesin ini juga dipasang pada mobil-mobil Renault dengan nama Renault H4M. Mesin dengan konfigurasi 4 silinder segaris DOHC 16 valve berkapasitas 1600cc ini sanggup menghasilkan tenaga 103Hp pada 6000Rpm dan torsi 158Nm pada 4000Rpm. Sebagai mobil taksi, untuk menyalurkan tenaga keroda depan hanya tersedia pilihan transmisi manual 5 percepatan saja.

Nissan Latio hatchback secara interior bisa dikenal dengan ciri khas bermaterial kulit berwarna hitam, audio double din dan panel meter dengan warna dasar hitam. Sementara itu pada bagian eksteriornya bisa dikenali dengan ciri khas fog lamp, grill depan berwarna hitam berbentuk lubang kotak menonjol dengan tambahan chrome, pillar B yang dihitamkan sampai velg alloy berukuran 15 inch. Berbeda lagi untuk Nissan Latio sedan. Secara interior Nissan Latio sedan bisa dikenal dengan ciri khas bermaterial kain berwarna abu cerah, tanpa audio dan panel meter dengan warna dasar putih. Bagian eksteriornya memakai grill depan berwarna abu-abu atau sewarna bodi dengan bentuk palang tebal horisontal dan tipis vertikal, tanpa fog lamp, pillar B sewarna bodi dan velg kaleng dengan dop.


Secara fitur, keduanya juga berbeda. Nissan Latio hatchback memiliki dual SRS Airbag, pengaturan lampu depan auto, electric mirror, leveling lampu depan, power window, central lock, jok belakang sliding, pelipatan 40:60, arm rest dan kunci smart key. Karena diperuntukkan untuk taksi, fitur Nissan Latio sedan berbeda dengan versi hatchbacknya. Fiturnya sendiri lebih sederhana meskipun sudah ada electric mirror, tilt steering, dan AC. Sisanya masih serba manual seperti jendela yang dibuka menggunakan tuas engkol, jok belakang tidak bisa sliding dan reclining, kunci besi standar dan sebagainya. Untuk pengereman, kedua mobil ini menggandalkan rem depan cakram sementara belakang teromol.

Kelebihan Nissan Latio terutama untuk Nissan Latio hatchback adalah posisi duduk dibelakang yang sangat enak karena selain lega dan bisa diatur, kekedapan kabinnya termasuk yang sangat bagus dikelasnya. Suspensinya sendiri terasa nyaman meskipun akan sering terdengar suara ketika melewati permukaan jalan yang tidak rata atau polisi tidur. Fiturnya cukup berlimpah berhubung mobil CBU bahkan untuk Latio sedan jika dibandingkan dengan sedan taksi lainnya.

Kelemahan Nissan Latio sendiri adalah tarikannya yang cenderung lemot pada putaran bawah terutama yang memakai transmisi otomatik. Berhubung tarikannya yang lemot, pengemudi akan menyesuaikan injakan gas sehingga konsumsi BBM mobil ini terasa sangat boros dimana rute kombinasi mendapatkan kira-kira 1:10. Berhubung mobilnya cukup jarang, part bodinya cukup jarang yang jual meskipun part mesinnya lumayan banayk berhubung sama dengan Nissan Grand Livina.

Spesifikasi Nissan Latio C11 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Nissan Latio C11
Jenis Hatchback
Sedan
Tipe C11
Mesin HR16DE DOHC 1600cc (sedan)
MR18DE DOHC 1800cc (hatchback)
Bore X Stroke 84.0 X 81.1 mm (MR18DE)
78.0 X 83.6 mm (HR16DE)
Sistem Bahan Bakar Injeksi
Transmisi Manual 5 Speed (sedan & hatchback)
Otomatis 4 Speed (hatchback)
Wheelbase 2.700 mm
Panjang 4.295 mm
Lebar 1.760 mm
Tinggi 1.520 mm


Comments