Daihatsu Hijet S37
Pada tahun 1968, Daihatsu memperkenalkan generasi ketiga dari Daihatsu Hijet kepada publik di Jepang. Belajar dari pengalaman Hijet cab generasi sebelumnya, kini rumus Daihatsu Hijet sudah menjadi paten bahwasannya model cab over engine adalah model yang pas untuk mobil barang dan van seperti Hijet ini dengan menawarkan ruang kabin lega dengan ukuran sekecil-kecilnya.
Sebelumnya, patut diketahui bahwa generasi pertama Daihatsu Hijet memiliki bonnet depan seperti mobil sedan dan wagon. Namun karena peraturan mobil kelas kei seperti Hijet ini membatasi dimensi, untuk memaksimalkan ruang barang akhirnya Daihatu membuat Hijet sebagai mobil cab over engine pada Hijet generasi kedua yang lahir pada 1964 dengan nama Daihatsu Hijet Cab. Pada generasi ketiga yang lahir pada 1967, Daihatsu memantapkan Hijet sebagai mobil dengan bentuk cab over engine dengan kode sasis S sementara bagi yang masih menginginkan mobil dengan bonnet seperti Hijet generasi pertama, ada Daihatsu Fellow dengan kode sasis L yang selain tersedia dalam bentuk sedan juga ada varian pickup dan van.
Dibanding Daihatsu Hijet Cab, Hijet S37 ini memiliki bentuk yang lebih kotak. Ciri khas dari Daihatsu Hijet generasi ini adalah lampu depannya yang memakai lampu kotak. Orang Jepang saat itu populer menyebut mobil ini sebagai Kyosen Hijet karena muka depannya mirip wajah host televisi Jepang bernama Ohashi Kyosen yang sering memakai kacamata kotak. Lampu kotak ini juga menjadikannya mobil Jepang dikelasnya dengan lampu kotak pertama.
Ciri khas lain dari Daihatsu Hijet S37 ini adalah pintu depannya menggunakan model suicide door dimana posisi engselnya terbalik karena berada dibelakang tepat di pillar B. Oleh karena itu posisi handel pintunya juga terbalik karena berada di depan. Namun sayangnya sepertinya penggunaan pintu model ini tidak terlalu disukai konsumen sehingga pada tahun 1969 posisinya dibalik sehingga menjadi seperti normalnya pintu mobil. Selain itu pada facelift tahun 1969 versi pikap yang sebelumnya tidak mendapat lampu sein samping di pillar B seperti varian minibus, kini sudah tersedia.
Untuk mesinnya sendiri, Daihatsu Hijet masuk kedalam kelas kei jidosha yang saat itu membatasi mesinnya hanya 360cc saja. Oleh karena itu mesin yang dipasangkan adalah mesin Daihatsu ZM dengan konfigurasi 2 silinder 2 tak pendingin udara. Mesin yang dikembangkan dari mesin ZL yang juga dipasang pada bemo Daihatsu Midget ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 22Hp pada 5000Rpm dan torsi 34,3Nm pada 4000Rpm berkat rasio kompresi 9,0:1. Untuk menyalurkan tenaga ke roda belakang digunakan transmisi manual 4 percepatan.
Daihatsu S37P Kei Truck
Varian pertama dari keluarga Daihatsu Hijet ini adalah mobil pickup. Varian pickup ini memiliki kode bodi S37P. Dibuat sebagai mobil kerja, Hijet pickup ini memiliki beberapa pilihan bak mulai dari bak standar yang lantainya rendah sehingga mempermudah muat barang meski ada tonjolan rumah roda dibelakang, juga ada varian bak tinggi 3 way yang lantainya rata dan sisi samping tembok baknya bisa dibuka meski letak lantainya lebih tinggi. Ukuran baknya sendiri panjang, lebar dan tinggi adalah 1735mm, 1200mm, dan 560mm. Kapasitas muatnya sendiri mencapai 350Kg sesuai dengan peraturan mengenai mobil pickup kelas kei di Jepang saat itu.
Untuk konstruksinya, sistem kemudi Daihatsu Hijet ini memakai model recirculating ball. Suspensi depannya memakai model wishbone dengan ball joint untuk dudukan shockbreaker sementara bagian belakang memakai per daun dengan rigid axle. Untuk sistem pengeremannya memakai rem teromol dikeempat rodanya. Kapasitas tangki bensinnya mencapai 25 liter dan terdapat tangki oli samping 3,5 liter berhubung mobil ini memakai mesin 2 tak dengan sistem pelumasan yang disebut Daihatsu sebagai Oilmatic. Rasio bensin dan olinya mulai dari 65:1 sampai 20:1.
Daihatsu S37V Kei Van
Selain pickup, Daihatsu juga menawarkan Daihatsu Hijet dengan bentuk van atau minibus. Tidak seperti di Indonesia yang body minibus saat itu wajib dibuat oleh karoseri pihak ketiga, Daihatsu Hijet van yang memiliki kode bodi S37V ini bodinya dibuat langsung oleh Daihatsu. Meski begitu, moyang dari Daihatsu Atrai ini secara konstruksi masih sama persis dengan Daihatsu Hijet S37P. Anggaplah bagian baknya dilepas dan ditimpa dengan body belakang minibus.
Bodi Daihatsu Hijet S37V ini mirip seperti muka depannya yang bernuansa kotak. Pintu samping belakangnya hanya ada 1 disebelah kiri dengan jendela tengah model geser seperti angkot. Jendela samping belakangnya sendiri dibuat mati dan pintu belakang model buka kesamping. Lampu belakangnya memakai model vertikal dengan lampu mundur terpisah dan hanya ada 1 buah disisi kanan seperti varian pickupnya. Kapasitas muat dari versi minibus ini adalah 4 orang dewasa dimana jok belakang bisa dilipat untuk menambah area kargo hingga 300kg. Bila jok belakang tidak dilipat, kapasitas muat barangnya hanya 200kg saja menurut aturan.
Di Indonesia, Daihatsu Hijet S37 baik S37P maupun S37V cukup langka populasinya. Ini karena pada masa produksi Daihatsu Hijet S37, Daihatsu belum dirakit dan dipasarkan oleh PT Astra yang pertama kali menghadirkan Hijet pada tahun 1973 dengan Hijet S38 atau yang lebih populer dengan sebutan Hijet Tuyul. Produksi Hijet S37 di Jepang sendiri berakhir pada tahun 1971 dan kemudian dilanjutkan oleh Daihatsu Hijet S38.
Spesifikasi Daihatsu Hijet S37 ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Daihatsu Hijet S37 | |
|---|---|
| Jenis | Pickup (S37P) Minibus (S37V) |
| Tipe | S37 |
| Mesin | ZM 2 tak 2 silinder 360cc |
| Bore X Stroke | N/A |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator |
| Transmisi | Manual 4 Speed |
| Wheelbase | 1.680 mm |
| Panjang | 2.990 mm |
| Lebar | 1.290 mm |
| Tinggi | 1.570 mm |

Comments
Post a Comment