Chevrolet Special Deluxe "Fat Fender" (1941 - 1947)

chevrolet fleetmaster depan

Tahun 1930an memang cukup sulit setelah terjadinya the great depression tahun 1929. Banyak orang yang usahanya bangkrut dan tidak sedikit pula yang tabungannya habis. Namun hal ini tidak menyurutkan Chevrolet yang saat itu bersaing ketat dengan Ford sebagai pabrikan mobil terbesar di Amerika. Untuk mengukuhkan dominasinya, pada tahun 1941 Chevrolet memperbarui lini mobilnya dengan Chevrolet Special Deluxe.

Model ini disebut juga sebagai fat fender karena bentuk fendernya yang gembung seperti perut yang buncit. Namun begitu, beberapa orang terutama dari komunitas low rider menyebut mobil ini dengan julukan bombs atau bomba untuk model Fleetline. Nama resmi dari mobil ini hanyalah Chevrolet model 194x karena pada jaman itu penamaan mobil kurang lebih hanya seperti itu dan ditambahkan dengan ciri seperti bentuk bodi atau trim level.

Desain dari Chevrolet Fat Fender ini mengandalkan desain art deco dengan fender gembung didepan dan belakang namun tanpa running board atau pijakan kaki yang menghubungkan keduanya. Desain ini biasa juga disebut sebagai envelope styling yang kemudian bertransformasi menjadi gaya desain ponton yang populer pada tahun 1950an. Kelebihan envelope styling ini adalah memaksimalkan ruang kabin karena lebar mobil bisa sepenuhnya dipakai tanpa harus memikirkan running board atau pijakan kaki. Selain fendernya, ciri khas lain ada pada kap mesin yang menjulang tinggi sehingga populer disebut alligator hood. Disebut demikian mungkin karena mirip seperti Kijang Buaya yang disebut begitu karena ketika kap mesin dibuka terkesan seperti moncong alligator yang menganga.

Setiap tahunnya, Chevrolet memberikan facelift pada mobil-mobilnya seperti ide dari bos GM era 1920, Alfred P. Sloan untuk memberikan kesan bahwa tiap tahun harus ganti model supaya tidak ketinggalan. Untuk membedakan tiap tahunnya, Chevrolet memberikan kode model yang kurang lebih mirip seperti Holden. Model pertama dari Chevrolet ini diberi nama AG untuk Deluxe dan AH untuk Special. Pada tahun 1942, Deluxe menjadi Master Deluxe dengan kode BG dan Special menjadi Special Deluxe dengan kode BH. Tahun 1946, lagi-lagi ganti nama Master Deluxe menjadi Stylemaster dengan kode DJ dan Special Deluxe menjadi Fleetmaster dengan kode DK. Untuk tahun 1947 dan 1948, Stylemaster memiliki kode EJ dan FJ sementara Fleetmaster ada EK dan FK.

Chevrolet Fleetline & Aerosedan 

Bicara desain, pada generasi sedan Chevrolet ini GM menawarkan mobil Chevrolet dalam 2 model utama yang kemudian dibagi menjadi beberapa model lainnya. Model utama tersebut adalah sedan notchback sebagai standar dimana model ini menganut paham desain 3 box dimana ciri khasnya adalah ruang bagasi terpisah dengan ruang kabin yang merupakan box ke2. Bagi yang mau lebih unik dan mewah, terdapat Chevrolet Fleetline yang merupakan bodi fastback dengan atap yang landai. 

Model utama berupa sedan 3 box ditawarkan dalam beberapa pilihan bodi. Mulai dari sedan 4 pintu, coupe 2 pintu, cabriolet 2 pintu, sampai station wagon 4 pintu. Meski untuk model standar pilihan bodinya cukup banyak, untuk Chevrolet Fleetline tidak begitu. Pada awalnya Fleetline hanya ditawarkan untuk sedan 4 pintu. Baru pada tahun 1942 juga tersedia varian 2 pintu yang diberi nama Aerosedan.

Meskipun di Eropa dan Asia perang dunia kedua berkecamuk, Amerika sampai 1942 masih belum ikut serta dan cenderung cuek sembari membantu sekutunya demi keuntungan seperti menjual minyak atau mengembargo minyak. Setelah peristiwa Pearl Harbor 1941, Amerika secara resmi ikut perang yang akhirnya membuat industrinya dialihkan untuk kebutuhan perang termasuk mobil dimana mobil penumpang produksinya dihentikan. Meski begitu, pabrik Chevrolet di Amerika masih memproduksi beberapa mobil untuk US Army seperti Chevrolet Fleetline ini. Bedanya, Chevrolet Fleetline untuk perang ini memiliki fitur yang lebih sederhana dan hanya diproduksi dalam bentuk sedan 4 pintu. Selain itu ada juga Chevrolet Fleetline Limousine yang panjang dan muat 15 orang yang diproduksi untuk US Army.

Setelah perang usai, pada tahun 1946 Chevrolet membuat Fleetline sebagai sub series dari Chevrolet Special. Kurang lebih ini seperti Toyota Avanza dan Toyota Veloz sekarang ini namun dibalik dari yang tadinya 2 model terpisah menjadi 1 model yang anggap saja beda tipe.

Chevrolet Stylemaster & Fleetmaseter

Untuk trim level varian sedannya, Chevrolet menawarkan dalam 2 tipe yaitu Master Deluxe dan Special Deluxe. Pada Chevrolet Master Deluxe yang menjadi tipe bawah, fiturnya kosongan dimana doortrimnya polos rata tanpa arm rest, tidak ada hiasan chrome pada sekujur bodi mobil termasuk juga velg yang tidak mendapatkan dop berlapis chrome, tidak ada asbak dan pemantik yang mana pada jamannya penting karena banyak perokok, sampai tidak adanya sunvisor. Bagi yang menginginkan fitur-fitur tadi, pembeli bisa memilih Chevrolet Special Deluxe. Selain itu, kualitas kain interior pada Special Deluxe lebih bagus daripada Master Deluxe.

chevrolet fleetmaster belakang

Ketika memasuki masa perang tahun 1942, untuk Chevrolet Deluxe bagian chromenya diganti dengan cat karena adanya pembatasan pendistribusian material tertentu yang membuat chrome cukup langka. Meski begitu, tidak lama kemudian produksinya dihentikan. Baru pada tahun 1946, produksi mobil Chevrolet ini dilanjutkan kembali dan karena sudah tidak ada pembatasan perang akhirnya untuk tipe tertinggi kembali mendapatkan berbagai aksesori berlapis chrome seperti untuk produksi 1941. Selain itu, Chevrolet melakukan penggantian nama dimana Chevrolet Master Deluxe berganti nama menjadi Chevrolet Stylemaster sementara Chevrolet Special Deluxe berganti nama menjadi Chevrolet Fleetmaster. 

Mesin Chevrolet Stovebolt 6

Mesin yang ditawarkan untuk mobil-mobil Chevrolet ini hanya ada 1 tipe saja yaitu Chevrolet Blue Flame inline 6. Mesin dengan konfigurasi 6 silinder segaris OHV berkapasitas 216 cubic inch atau sekitar 3500cc dengan pengabut bahan bakar karburator ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 90Hp. Mesin yang diletakkan didepan secara longitudinal ini dipasangkan dengan transmisi manual 3 percepatan untuk menggerakkan roda belakangnya.

Meski nama resminya adalah Chevrolet Blue Flame, namun mesin ini cukup populer disebut Stovebolt engine atau juga iron wonder. Disebut Stovebolt karena bentuk baut pada mesin ini mirip seperti baut pada kompor kayu yang banyak dipakai orang Amerika pada tahun 1930an. Untuk julukan Iron Wonder sendiri berasal dari ejekan konstruksinya yang sederhana dibanding mesin lainnya utamanya dari Ford yang mana ternyata mesin sederhana ini tidak mudah rusak.

Mesin ini juga merupakan pengembangan dari Stovebolt gen 1 yang hadir sejak 1929 sampai 1936. Mesin ini cukup populer di Amerika karena dipasang pada mobil dengan harga yang sama dengan mobil mesin 4 silinder seperti Ford model A. Pada awal kemunculannya, Chevrolet bahkan memberikan tagline untuk iklan dengan "A Six for the price of Four".

Lahir di era yang salah, populasi Chevrolet ini cukup jarang selain di Amerika. Ini karena tahun 1941 di Eropa sedang berkecamuk perang dan front Asia baru saja mulai yang mana membuat mobil penumpang bukanlah prioritas utama. Puncaknya tanggal 9 Maret 1942 ketika Jepang masuk ke Indonesia, banyak personel GM yang bertugas mengoperasikan pabrik mobil Chevrolet di Tanjung Priuk, Jakarta melarikan diri ke Australia. Beberapa direktur pelaksana dan beberapa staff berkebangsaan Belanda dan Inggris ditangkap tentara Jepang dan dijadikan tawanan perang. Pabrik Chevrolet di Tanjung Priuk yang memproduksi mobil Chevrolet termasuk sedan ini kemudian berhenti beroperasi pada tanggal 24 Maret 1942. Total sebanyak 32 staff termasuk 6 eksekutif senior GM ditangkap dan dibawa ke kamp konsentrasi Jepang yang sebar di Filipina dan Jawa.

 Spesifikasi Chevrolet "Fat Fender" (1941 - 1947) ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Chevrolet "Fat Fender" (1941 - 1947)
Jenis Sedan
Fastback (Fleetline)
Tipe AG - FJ series (Stylemaster)
AH - FK series (Fleetmaster)
Mesin Blue Flame i6 OHV 3500cc
Bore X Stroke 88.90 X 95.25 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 3 Speed
Wheelbase 2.946 mm
Panjang 5.023 mm
Lebar N/A
Tinggi N/A


Comments