Audi A6 C5

Audi A6 sedan depan

Pada tahun 1994, Audi melakukan strukturisasi sistem penamaan mobilnya sehingga Audi 100 berubah menjadi Audi A6. Setelah cukup lama berkiprah, pada tahun 1997 akhirnya generasi penerus Audi untuk kelas menengah ini diperbarui dengan munculnya Audi A6 generasi C5. Di Indonesia, Audi A6 ini baru masuk pada tahun 2000.

Secara internal, Audi A6 generasi ini diberi kode Typ 4B menggantikan Typ 4A yang diemban Audi A4 generasi C4 yang kurang lebih merupakan varian facelift dari Audi 100. Dari bentuknya, terlihat mirip dengan daya aman khas Audi dimana desain mobil ini juga dikerjakan oleh Hartmut Warkuß yang mengerjakan generasi sebelumnya. Namun begitu, bentuk pillar C yang melandai hampir seperti sedan coupe sekarang ini serta bagian buritan yang melengkung membuatnya terlihat unik dengan coefficient of drag hanya 0,28.

Audi A6 ini memakai platform khusus dengan VW Group C5. Sasisnya sama sekali tidak dipakai produk-produk VW Group lainnya seperti Volkswagen Passat, Skoda Superb atau SEAT Exeo. Ini karena peletakan mesinnya yang longitudinal sementara mobil lain seukuran diletakkan secara transversal. Hal spesial dari rancang bangun Audi A6 ini adalah penggunaan besi galvanis dicampur aluminium untuk rangkanya yang merupakan ide gila Ferdinand Piëchyang saat itu merupakan bos VW Group untuk mencegah karat pada produk-produknya.

Suspensi depan pada Audi A6 ini memakai model 4 link sementara bagian belakang memakai torsion beam axle dengan trailing arm. Khusus untuk model quattro atau AWD, suspensin belakangnya memakai model double wishbone khusus dengan subframe tersendiri. Subframe yang juga ada di bagian depan ini terbuat dari aluminium. Untuk pengeremannya, digunakan cakram di keempat roda dengan tambahan berupa EBD, ABS 4 channel, traction control sampai yaw control system. Sistem setirnya sendiri juga mengikuti dengan sistem rack and pinion dengan power steering.

Audi A6 di Indonesia 

Audi sebenarnya sudah lama berkiprah di dunia otomotif dan menjadi merk mewah bersaing dengan BMW maupun Mercedes-Benz sebagai salah satu trio Jerman spesialis mobil mewah. Namun tidak seperti Mercedes-Benz yang sudah hadir sejak 1950an atau BMW yang mulai sukses pada akhir 1980an, Audi di Indonesia datang agak terlambat karena baru mulai menjual Audi A4 generasi B5 yang dirakit secara CKD di Indonesia pada 1997. Sayangnya dengan krisis moneter yang melanda Indonesia pada 1997 dan krisis politik hingga terjadinya reformasi pada 1998 membuat Audi merasa merakit mobil di Indonesia tidak terlalu menguntungkan. Apalagi pada 1999 pemerintah Indonesia memperbolehkan impor mobil secara CBU tanpa harus pajak khusus tertentu. Jadilah PT Garuda Mataram selaku ATPM Audi di Indonesia menjual Audi A6 secara CBU.

Audi A6 sedan belakang

Meskipun masuk secara CBU, namun Garuda Mataram hanya menawarkan A6 dalam 1 varian saja yaitu varian mesin V6 2800cc. Mesin ini memiliki konfigurasi V6 DOHC 30 valve berkapasitas 2800cc. Tenaga yang bisa dihasilkan mencapai 190Hp pada 6000Rpm dan torsi 280Nm pada 3200Rpm. Mesin ini memiliki ciri berupa blok mesinnya masih terbuat dari besi cor meskipun cylinder head sudah memakai aluminium. Sistem kontrol gasnya masih digunakan kawat sling. Untuk menggerakkan roda depan digunakan transmisi otomatik tiptronic 5 percepatan.

Pada tahun 2002, Audi melakukan facelift pada Audi A6. Dilihat sepintas, perbedaannya sangat minor dimana pembeda utama hanya ada pada lampu depan, grill, side body moulding dan ujung knalpot yang kini lebih keluar. Sisanya tidak ada perbedaan dengan model sebelumnya. Untuk interiornya ada sedikit perbedaan dengan layar MID merah menjadi TFT berwarna, audio 2 DIN dari sebelumnya yang single DIN, dan beberapa aksen chrome tambahan. Sisanya masih mirip dengan warna beige dipadukan wood panel dan sunroof. 

Pembeda utama ada pada mesin dimana kini digunakan mesin dengan konfigurasi V6 DOHC 30 valve berkapasitas 3000cc dengan multi point injection. Tenaga yang dihasilkan mesin ini mencapai 217Hp pada 6300Rpm dan torsi 300Nm pada 3200Rpm. Mesin ini sudah menggunakan material aluminium alloy pada blok mesinnya dan sudah memakai teknologi katup variable VVT di kedua cylinder head. Untuk kontrolnya sudah drive by wire. Penyempurnaan lainnya, model facelift ini kini menggunakan sistem gerak AWD khas Audi bernama Quattro dimana untuk meyalurkan tenaga keempat roda digunakan transmisi otomatik 5 percepatan dengan tiptronik.

Audi A6 Allroad

Di Indonesia, PT Garuda Mataram hanya menjual Audi A6 dalam bentuk sedan 4 pintu saja. Varian station wagon yang dikenal juga sebagai Avant tidak masuk resmi ke Indonesia. Namun begitu, bersamaan dengan model facelift tahun 2002, PT Garuda Mataram juga memasukkan model crossover bernama Audi A6 All Road. Pada dasarnya ini adalah Audi A6 Avant yang ditinggikan lengkap dengan sistem gerak semua roda bernama Quattro.

Secara fitur, Audi A6 All Road ini sama persis dengan Audi A6 facelift. Hanya saja A6 Allroad dibekali dengan body cladding yang lebih besar untuk mempertegas identitasnya sebagai crossover SUV. Sebelum adanya Audi Q series, inilah mobil Audi yang paling bisa diajak off road menandingin sebuah Land Rover. Selain itu jika pada Audi A6 sedan memakai per spiral dari besi, Audi Allroad memakai suspensi udara yang membuatnya bisa diatur ketinggiannya. 

Audi Allroad memiliki mesin baru dengan V6 DOHC 30 valve berkapasitas 2700cc dan dilengkapi dengan 2 buah turbo sehingga disebut bi turbo. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 250Hp pada 5800Rpm dan torsi 30Nm pada 1800 hingga 3500Rpm. Mesin ini masih memakai bahan besi cor dengan cylinder head alumunium dan turbo BorgWarner K03. Untuk menggerakkan keempat roda, digunakan transmisi otomatik 5 percepatan dengna tiptronic.

Sayangnya dengan sistem perpajakan Indonesia saat itu membuat Audi A6 Allroad sangat tidak kompetitif harganya. Tidak heran kalau kemudian populasinya juga sangat langka. Ada yang bilang tidak sampai 20 unit diseluh Indonesia. Varian sedan juga tidak terlalu banyak karena saat itu orang masih awam akan merk Audi. 

Dalam kondisi standar dan prima, Audi A6 ini termasuk mobil yang sangat nyaman, bertenaga dan lincah. Ibarat gabungan kemewahan dan kenyamanan Mercedes namun masih tetap dapat performa dan rasa sporty BMW. Namun berbeda dengan kedua merk Jerman seterunya yang kini semakin mudah untuk dilakukan DIY dengan part yang banyak bertebaran, Audi tidak begitu. Apalagi ruang mesinnya juga rumit dan sempit yang cukup menyusahkan orang untuk ngulik. Kelemahan mesin V6 5 valve persilinder ini biasanya ada pada rembes oli, rancangn bangun bongkar 1 bisa-bisa bongkar semua, sampai beberapa part plastik yang sangat berpengaruh terhadap usia seperti pada tutup crankcase. Tidak heran kalau kemudian harga bekas Audi A6 ini murah namun peminatnya tidak sebanyak BMW atau Mercedes-Benz.

 Spesifikasi Audi A6 C5 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Audi A6 C5
Jenis Sedan
Crossover SUV (A6 Allroad)
Tipe C5
Mesin ACK V6 DOHC 30v 2771cc
ASK V6 DOHC 30v 2976cc
BEL V6 DOHC 30v bi turbo 2671cc
Bore X Stroke 82.5 X 86.4 mm (2.8)
82.5 X 92.8 mm (3.0)
81.0 X 86.4 mm (2.7 turbo)
Sistem Bahan Bakar Multi point injection
Transmisi Otomatik 5 Speed tiptronik
Wheelbase 2.760 mm
Panjang 4.805 mm
Lebar 1.810 mm
Tinggi 1.453 mm (sedan)
1.483 - 1.551 mm (allroad)


Comments

  1. artikel megapro hiu dan megapro primus plis ya! tapi kalau ada unit orinya ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sayangnya saya belum nemuin Megapro hiu yang kondisinya bagus buat difoto dan dibikin artikel

      Delete

Post a Comment