BSA Bantam Classic
Setelah perang dunia kedua, pemerintah Inggris mendapat rancang bangun DKW RT125 sebagai salah satu ganti rugi atau biaya reparasi perang. Cetak biru rancang bangun motor kecil yang populer di Jerman ini kemudian diserahkan kepada BSA untuk kemudian diproduksi menjadi motor baru yang disebut BSA Bantam 125.
Pada era 1930an, DKW RT125 ini merupakan motor yang cukup populer tidak hanya di Jerman tapi juga seantero Eropa. Ini karena desainnya yang sederhana, bensin irit, dan harganya yang terjangkau. Cocok untuk transportasi pribadi pasca krisis keuangan global the great depression tahun 1929. Ketika perang dunia kedua berkecamuk dan Jerman kalah, cetak biru dari DKW RT125 ini kemudian dirampas oleh pasukan sekutu dan kemudian diproduksi masing-masing negara anggota dengan modifikasinya masing-masing termasuk Inggris.
Modifikasi yang dilakukan Inggris lewat BSA ini antara lain mengubah cetak birunya agar memenuhi spesifikasi Inggris. Saat itu, DKW RT125 digambar menggunakan satuan metriks seperti meter, liter, dan gram sementara Inggris masih memakai satuan imperial seperti inch, gallon, dan pound. Selain itu, komponennya juga banyak diproduksi oleh industri Inggris seperti misalnya karburator buatan Amel atau sistem kelistrikan buatan Lucas atau Wipac menggantikan Bosch.
Mesin yang digunakan BSA Bantam ini pada dasarnya masih sama seperti DKW RT125 dengan mesin 1 silinder 2 tak berkapasitas 125cc pendingin udara yang terpasang mampu menghasilkan tenaga sebesar 4,75Hp pada 5000Rpm. Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang, digunakan transmisi manual 3 percepatan yang dihubungkan dengan rantai. Mesin ini cukup canggih dijamannya dengan teknologi Schnürle loop-scavenging system yang memastikan gas buang bisa dengan lancar dikeluarkan tanpa bantuan deflector yang membuat mesin berat.
Ciri khas dari BSA Bantam dibandingkan copy DKW RT125 lainnya adalah pengoperasiannya. Ini karena BSA membalik crankcase motor ini agar sesuai dengan kebiasaan pemotor Inggris saat itu. DKW RT125 aslinya memiliki posisi pedal rem dan tuas versneling yang sama seperti motor sekarang. Namun dengan modifikasi BSA, pedal rem dioperasikan dengan kaki kiri sementara ganti gigi pakai kaki kanan. Pola giginya juga berbeda dimana kalau DKW 1 turun dan 2 serta 3 naik, pada BSA Bantam 1 naik dan 2 serta 3 malah turun.
Varian BSA Bantam
BSA Bantam pertama kali diproduksi pada 1948 dan berlanjut sampai sekitar 1971. Agar tetap relevan, BSA memberlakukan berbagai pembaruan utamanya di bagian mesin agar motor ini masih bisa bersaing dengan motor-motor yang lebih baru. Maklum saja, desain asli dari BSA Bantam ini adalah motor era 1930an.
BSA Bantam D1
Model awal dari BSA Bantam ini adalah D1. Ciri khasnya adalah tidak ada shockbreaker belakang dengan rangka rigid serta grider fork tanpa shockbreaker depan. Mesinnya memakai mesin 125cc seperti DKW RT125. Motor ini diproduksi antara 1948 sampai sekitar 1953 dan pada akhir masa produksinya, BSA memberikan pembaruan berupa shockbreaker belakang model plunger dan shockbreaker depan teleskopik.
BSA Bantam D3
Diproduksi antara 1954 sampai 1957, BSA Bantam mendapat ubahan berupa mesin baru berkapasitas 150cc. Tenaga yang dihasilkan kini naik menjadi sekitar 5,3Hp berkat selain isi silinder yang bertambah juga desain cylinder head baru.
BSA Bantam D5
Pada tahun 1958, BSA memperkenalkan model baru yang diberi nama D5. Model ini hanya muncul setahun saja dimana ciri khasnya adalah penggunaan mesin baru berkapasitas 175cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 7,4Hp. Selain itu suspensi belakangnya juga diganti menjadi model swing arm dan shockbreaker ganda meninggalkan desain plunger.
BSA Bantam D7
Desain BSA Bantam yang mengambil rancang bangun dasar motor era 30an sudah terasa sangat usang untuk tahun 1959. Oleh karena itu, BSA merancang ulang sasis dari BSA Bantam dengan body seperti bentuk tangki yang lebih pipih dan ukuran roda yang lebih kecil. Sisanya, masih sama seperti BSA Bantam D5 termasuk mesin 175cc miliknya.
BSA Bantam D10
Memasuki 1966, BSA kembali memperbarui Bantam dengan beberapa efisiensi mesin baru dan sistem kelistrikan baru. Mesinnya memang masih tetap 175cc yang dipakai sejak generasi D5 namun kini sudah memakai sistem kelistrikan 12 volt. Selain itu, juga terdapat opeisonal transmisi 4 percepatan. Hasilnya, tenaga mesinnya naik menjadi 10Hp.
BSA Bantam D14
Pada tahun 1968, transmisi 4 percepatan sudah bukan lagi sekedar opsional namun menjadi standar untuk semua BSA Bantam. Rasio kompresinya dinaikkan sehingga tenaga mesin kembali naik menjadi sekitar 12Hp. Opsional berupa jok tandem juga muncul disini. Karena transmisi 4 percepatan yang dipasang, beberapa orang juga menyebut motor ini sebagai BSA Bantam D4.
BSA Bantam B175
Tahun 1969, muncul edisi terakhir dari BSA Bantam dengan BSA Bantam B175 yang juga dikenal dengan nama D175 karena selama ini nomenklaturnya menggunakan huruf D sebelum akhirnya diganti menjadi B175. Secara garis besar masih sama seperti BSA Bantam D14 hanya saja memakai shockbreaker depan besar yang diambil dari motor BSA lainnya yang lebih besar. Model terakhir ini diproduksi sampai 1971 saja karena tekanan akan persaingan dengan motor Jepang yang lebih bertenaga, murah dan lebih modern.
BSA Bantam Reborn
BSA merupakan pabrikan legendaris dari Inggris yang kemudian memiliki nasib seperti pabrikan mobil Inggris macam Jaguar dan Land Rover yang berpindah tangan ke India. Pihak India dalam hal ini adalah Mahindra yang memiliki hak merk atas BSA melalui Classic Legends Pvt. Ltd. sejak 2016 silam. Beberapa nama populer dari BSA dimasa lalu kemudian dibangkitkan kembali salah satunya adalah Bantam.
Berbeda dengan BSA Bantam 125, BSA Bantam yang diperkenalkan pada oktober 2026 ini dirancang dari 0 oleh Mahindra dengan sasis dan mesin baru. Mesinnya menjadi DOHC 1 silinder pendingin cairan berkapasitas 350cc dengan sistem bahan bakar injeksi. Bentuknya sendiri menganut model neo classic dengan sentuhan modern hampir mengikuti desain aslinya dengan beberapa ubahan tentunya salah satunya dengan suspensi depan teleskopik modern dan belakang ganda dengan desain zaman sekarang. Karenanya untuk membedakan antara BSA Bantam 125cc 2 tak dengan BSA Bantam baru 350cc 4 tak, BSA Bantam 125 kemudian juga dikenal dengan nama BSA Bantam Classic.
Jika diperhatikan, desain internal dari BSA Bantam 350 ini memiliki kemiripan dengan motor Jawa 42FJ. Jawa sendiri merupakan merk motor asal Cekoslovakia yang kini menjadi republik Ceko setelah negaranya pecah menjadi Ceko dan Slovakia. Merk ini sudah ada sejak 1929 dan didirikan oleh František Janeček yang membeli divisi Wanderer di Cekoslovakia. Pada tahun 2018, merk ini dibeli dan dibangkitkan oleh Mahindra melalui Classic Legends sehingga tidak aneh kalau kemudian keduanya bisa memakai banyak komponen yang sama.
Spesifikasi BSA Bantam Classic ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi BSA Bantam Classic | |
|---|---|
| Jenis | Sepeda Motor |
| Tipe | D series |
| Mesin | 1 silinder 2 tak 125cc 1 silinder 2 tak 150cc 1 silinder 2 tak 175cc |
| Bore X Stroke | N/A |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator |
| Transmisi | Manual 3 Speed Manual 4 Speed |
| Wheelbase | N/A |
| Panjang | N/A |
| Lebar | N/A |
| Tinggi | N/A |


Comments
Post a Comment