BMW E30 318 dan 318i
Ditarik dari sejarahnya, BMW seri 3 memang bermula dari generasi E21 atau beberapa orang juga mengatakan kalau BMW 02 yang menjadi pendahulunya adalah pencetus dari resep BMW seri 3. Namun begitu, hampir tidak ada yang bisa membantah kalau kehebatan BMW seri 3 baru dimulai dari generasi E30 yang pertama kali hadir sejak 1982 di Jerman Barat.
Pada awalnya, BMW memperkenalkan E30 sebagai sedan 2 pintu sama seperti generasi E21. Masih melanjutkan desain E21, BMW E30 terlihat seperti E21 dengan lampu depan 4 buah dan lebih kotak dibagian buritannya. Desain BMW E30 ini dikerjakan oleh tim yang dikepalai oleh Claus Luthe dan Boyke Boyer menjadi penanggung jawab desain eksteriornya. BMW E30 ini menjadi BMW pertama yang dirancang dengan teknologi CAD (Computer Aided Design) selain juga dibantu dengan crash test dan wind tunnel testing untuk aerodinamikanya.
Selain sedan 2 pintu, BMW E30 juga diperkenalkan dalam berbagai bentuk dimana model sedan 4 pintu baru muncul pada tahun 1983. Pada tahun 1986 muncul varian cabriolet dari BMW setelah sebelumnya karoseri Baur terlebih dahulu membuat varian convertible yang ternyata populer. Sementara itu model station wagon atau yang biasa disebut touring baru muncul pada tahun 1987.
Ada kisah menarik dalam pengembangan BMW E30 touring ini. Ceritanya pada tahun 1984 insinyur BMW bernama Max Reisböck ingin mobil praktis untuk bisa mengangkut sepeda anaknya piknik. Oleh karena itu ia bersama temannya membeli BMW E30 bekas kecelakaan dan dipotong bagian belakangnya untuk digabungkan dengan E30 sedan 4 pintu untuk menjadi station wagon di garasi rumahnya. Setelahnya, ia memamerkan hasil karyanya kepada petinggi BMW dan ternyata BMW menyukai idenya sehingga memutuskan untuk mengembangakan E30 touring yang menjadi station wagon pertama BMW. Ubahan yang dilakukan BMW dari prototype Max Reisböck hanyalah pintu belakangnya dibuat lebih panjang dengan menyertakan rumah plat nomornya agar lebih praktis ketika bongkar muat barang.
Di Indonesia, BMW E30 hanya diperkenalkan dalam 1 pilihan bodi saja yaitu sedan 4 pintu. BMW E30 di Indonesia juga cukup revolusioner karena mobil sedan mewah sekecil ini baru pertama kalinya hadir di Indonesia dimana mobil mewah sebelumnya hanya ada pada mobil-mobil besar.
BMW E30 318 M10
Pertama kali hadir sekitar 1986, PT Tjahaja Sakti Motor selaku ATPM BMW saat itu mulai menghadirkan BMW seri 3 untuk menemani BMW seri 5 generasi E28 yang cukup laku untuk kelas BMW yang secara kasar baru buka saat itu. Meski tahun 1986, namun BMW E30 yang diperkenalkan adalah model improvement pertama yang diluar sana dikenal juga sebagai series 1. Ciri khas dari model improvisasi awal ini berupa bumper depan besi dan lampu belakang agak kecil dengan kluster lampu mundurnya berbentuk vertikal disisi dalam. Dibanding dengan model paling awal keluar yang tidak ditawarkan resmi di Indonesia, perbedaannya ada pada moncong depan bagian bawah dimana sejak 1986 punya janggut lebih maju dibandingkan sebelumnya yang terkesan seperti moncong hiu. Model ini bernama BMW 318.
Seperti namanya, BMW 318 ini dibekali dengan mesin BMW M10 dengan konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 8 valve berkapasitas 1800cc dengan pemasok bahan bakar karburator. Mesin ini masih mirip dengan mesin BMW Neue Klasse yang hadir pada tahun 1960an. Ciri khas dari mesin M10 ini adalah memakai timing chain. Tenaga mesin yang dihasilkan mencapai 104Hp. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 5 percepatan.
BMW E30 model awal keluar di Indonesia ini masih serba manual. BMW belum menawarkan fitur elektrik seperti power window, power steering dan central lock. Sekitar 1987 pertengahan atau akhir tahun, BMW mulai menawarkan opsional perlengkapan elektrik seperti power window dan power steering.
BMW E30 M40 318i
Sekitar tahun 1988, BMW memperbarui E30 dimana diluar sana dikenal juga sebagai series II. Di Indonesia, pada awalnya dari bagian eksterior masih mirip dengan BMW E30 318 dengan bumper besi. Ubahan paling berbeda ada di bagian mesinnya.
Mesin yang digunakan adalah BMW M40 dengan konfigurasi 4 silinder segaris SOHC 8 valve berkapasitas 1800cc. Mesin ini sudah menggunakan injeksi Bosch Motrnonic generasi 3 sehingga diklaim bisa menghasilkan tenaga sebesar 114Hp. Ciri khas dari mesin yang diklaim memakai teknologi mesin M70 V12 milik BMW seri 7 ini adalah sudah memakai timing belt. Untuk menggerakkan roda belakang, tenaga mesin disalurkan melalui transmisi manual 5 percepatan.
Secara fitur, BMW 318i E30 ini bertambah dengan adanya jam digital, econometer yang seperti MID hanya saja analog, AC, headrest jok depan, sampai radio/tape dari Blaupunkt selain fitur elektronik seperti 318 keluaran akhir. Bila masih belum puas, BMW juga menawarkan aksesoris berupa list bodi, velg sporty, setir palang 3, dan spoiler depan dan belakang M Technic.
Pada tahun 1988 akhir, tampilan BMW E30 318i ini menjadi lebih segar dengan bumper baru yang kini terbuat dari plastik dan berwarna sama dengan bodi selain juga tambahan foglamp. Lampu depannya menjadi projector seperti BMW seri 5 E34. Lampu belakangnya menjadi lebih besar dibanding sebelumnya dimana ciri khasnya ada pada kluster lampu mundur yang posisinya horisontal pendek seakan-akan homage lampu belakang BMW 02.
BMW Seri 3 di Indonesia
Di Indonesia, BMW E30 menjadi pelopor untuk sedan eksekutif kecil dimana sebelumnya belum ada pabrikan yang menghadirkan mobil sekelas ini di Indonesia meski diluar negeri pabrikan lain punya produk dengan kelas yang sama. Mungkin karena itu, Mercedes-Benz kemudian mau memproduksi Mercedes-Benz C-class W202 di Indonesia dan ketika Audi pertama kali hadir di Indonesia mereka juga memproduksi Audi A4 generasi B5 yang sekelas dengan BWM seri 3.
Kepopuleran BMW seri 3 sendiri cukup banyak dari cabang motorsport dimana di berbagai event internasional, para penggemar balap di Indonesia terus melihat dominasi BMW E30 utamanya seri M3 di kelas grup A dan 318i untuk balap touring. Bahkan blok mesin M10 mobil ini sebagai BMW M12 sempat berlaga di F1 dimana dengan turbo yang besar saat kualifikasi, mobil tim Benneton, Brabham dan Arrows mampu menghasilkan tenaga hingga 1450Hp. Selain itu film "Catatan Si Boy" juga turut melambungkan nama BMW seri 3 karena populer sebagai properti film yang dibintangi aktor Onky Alexander dimana BMW E30 318 dengan body kit M Technic dipakai tokoh utama dalam film tersebut. Oleh karena itu di Indonesia BMW E30 kadang juga disebut sebagai BMW Mas Boy.
Kini BMW E30 sudah menjadi mobil klasik dengan penggemarnya tersendiri yang jumlahnya cukup banyak. BMW E30 punya ciri khas berupa layout dashboard yang mengarah ke pengemudi dengan pedal yang sempit dimana ini memudahkan untuk melakukan teknik heel and toe. Kelebihan lain dari BMW E30 ini adalah mobilnya terasa nimble dan pengendaliannya asyik meski ada rasa oversteer ketika dikemudikan pada batasannya dimana BMW sebenarnya sudah berusaha menghilangkan hal ini dengan model suspensi depan baru yang kelak dipakai BMW seri 3 E36 dan E46. Namun sayangnya model suspensi belakang yang masih mirip dengan BMW E21 inilah yang menyebabkan pengendaliannya cenderung oversteer.
Kelemahan BMW E30 ini adalah karat dimana meskipun pada BMW E30 318i mesin M40 anti karatnya sudah disempurnakan dibandingkan BMW E30 318 mesin M10, namun tetap saja teknologi anti karat yang belum maju saat itu tidak bisa menjaga mobil seumuran ini dengan sempurna. Kemudian permesinan dimana M10 dirasa kurang bertenaga sementara M40 pada E30 dirasa kurang karena dibandingkan M40 pada E36 misalnya, di E36 sudah memakai timing chain yang lebih bebas perawatan. Selain itu jalur perkabelan E30 bila tidak terawat bisa mengakibatkan kebakaran karena kabel mesin berada tepat dibawah selang bensin yang ketika getas dan bocor mengenai kabel yang sudah tua.
Spesifikasi BMW E30 318i ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi BMW E30 318i | |
|---|---|
| Jenis | Sedan |
| Tipe | E30 |
| Mesin | M10B18 SOHC 1766cc M40B18 SOHC 1766cc |
| Bore X Stroke | 89.0 X 71.0 mm |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator (M10) Bosch Motronic (M40) |
| Transmisi | Manual 5 Speed |
| Wheelbase | 2.570 mm |
| Panjang | 4.450 mm |
| Lebar | 1.646 mm |
| Tinggi | 1.379 mm |



Mesin M10 masih pakai rantai keteng, M40 sudah pakai belt. E30 M10 pakai bemper besi (US style) dan M40 sudah bemper plastik tebal, tapi M40 keluaran awal masih ada juga yg bemper besi.
ReplyDeleteCuma, M10 yg ada di Indo kebanyakan sudah injeksi juga, jarang sekali yg karbu aslinya..kecuali ubahan..
sip gan infonya. kebanyakan e30 yg saya temui sudah pakai karbu kijang soalnya
DeleteDistributor pake apa ya gan?
DeleteMantap ulasannya.. sangat membantu.. ��
ReplyDeleteTolong diulas juga masalah air flow yang sering bermasalah dan juga apa solusinya.
ReplyDelete