BMW 518i, 520i, 530i, 535i E34

BMW 5 series E34

Antara tahun 1988 sampai 1996, BMW mengeluarkan mobil eksekutif untuk menggantikan BMW E28 dengan seri BMW E34. Mobil yang juga disebut dengan BMW 5 series ini disebut sebut merupakan BMW seri 7 yang dikecilkan karena konon katanya kenyamanannya sama. Hadir di Indonesia antara tahun 1988 sampai dengan 1996. Mobil ini didesain oleh Claus Luthe, Ercole Spada, dan J Mays.

Desain E34 dibandingkan dengan E36 misalnya terlihat lebih tua padahal mobil seangkatan. Ini dikarenakan desain mobil ini yang masih gagah berwibawa tidak seperti seri 3 E36 yang mulai sporty dan modern. Meski bentuknya terlihat lebih kuno, namun koefisien drag mobil ini cukup kecil yang berarti lebih aerodinamis dan bagus dengan nilai 0,31. Di Indonesia, mobil ini oleh ATPMnya dulu hanya tersedia versi sedannya saja meski ada juga beberapa unit wagon atau versi Touring yang terdampar di tanah air yang masuk melalui importasi khusus seperti kedutaan negara asing misalnya. Lainnya tidak ada perbedaan sama sekali kecuali pada mesinnya.

Pertama kali keluar, mobil ini memiliki ciri khas berupa cover grill ginjalnya yang kecil. Tonjolan pada kap mesinnya juga sempit mengikuti garis pada cover grill ginjalnya. Kemudian pada tahun 1994, E34 mendapat facelift dari BMW dimana perbedaanya terdapat pada cover grill ginjal yang melebar begitu juga tonjolan pada kap mesin yang mengikuti cover grill depan mobil ini. Selain itu, mobil ini juga mendapatkan perbedaan berupa bentuk velg dimana versi prefacelift memakai velg kaleng dan dop sementara versi facelift mendapat velg alloy.

Mobil ini memiliki pilihan mesin yang lengkap mulai dari 4 silinder, 6 silinder sampai 8 silinder konfigurasi V8. Mesin terkecil untuk BMW E34 ini adalah 518i memakai mesin 4 silinder M40B18 berkapasitas 1800cc yang sama dengan yang dipakai BMW 318i. Mesin SOHC dengan injeksi Bosch Motronic ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 113Hp pada 5500Rpm dan torsi 160Nm pada 4250Rpm. Meski memiliki berat kosong 300Kg lebih berat dibandingkan dengan BMW seri 3, namun dengan rasio gigi yang berbeda membuat tarikan 518i masih bisa diterima meski jangan berharap lebih. BMW 518i dengan mesin M40 ini hadir sampai tahun 1994. 518i CKD Indonesia ini cukup langka karena dulunya akan direncanakan sebagai taksi namun batal.


Versi 6 silinder dari BMW 520i ini pada awalnya memakai mesin M20B20 berkapasitas 1991cc. Mesin ini memakai konfigurasi inline 6 SOHC 12 valve dan sistem injeksi Bosch Motronic ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 127Hp pada 6000Rpm dan torsi 164Nm pada 4300Rpm. Pada tahun 1991, BMW mengganti mesin M20 dengan mesin M50B20 DOHC berkapasitas 1991cc. Tenaga yang dihasilkan mesin baru ini bisa mencapai 150Hp pada 6000Rpm dan torsi 190Nm pada 4700Rpm. Pada tahun 1994 mesin ini digantikan oleh M50TU yang masih sama hanya saja sudah menggunakan sistem injeksi menggunakan Motronic, timing chain dan dilengkapi dengan VANOS.


Selain mesin 4 dan 6 silinder segaris, BMW E34 ini juga tersedia varian bermesin V8 berkapasitas 3000cc. Varian 3000cc ini memakai mesin V8 BMW M60B30 yang sama dengan yang dipakai BMW 730i. Mesin ini memiliki konfigurasi V8 DOHC 32 Valve dengan kapasitas mesin 2997cc dan rasio kompresi 10,5:1. Dengan konfigurasi seperti ini, mobil ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 215Hp pada 5800Rpm dan torsi 290Nm pada 4500Rpm. E34 530i ini hanya muncul antara 1994 sampai 1996 saja.

Meski begitu, generasi E34 di Indonesia masih ada 1 lagi tipe "tertinggi" yaitu E34 535i yang memakai mesin 6 silinder 3430cc M30B35. Tenaga yang dihasilkan mencapai 205Hp pada 5700Rpm dan torsi 305Nm pada 4000Rpm. Versi ini merupakan versi E34 termewah sebelum facelift karena hanya hadir sampai 1992 saja. Populasi E34 535i ini langka bahkan jauh lebih langka lagi dibandingkan dengan E34 518i.

BMW E34 518i ini mungkin jadi yang paling trondolan diantara semua varian E34 di Indonesia. Mobil dengan ciri interior fabric berwarna biru dan hanya tersedia dalam transmisi manual ini tidak tersedia ABS dan airbag hanya saja fitur standar seperti power windoe, central lock, AC, power steering yang umum pada mobil murah jaman sekarang tentunya sudah ada.

Sebagai sedan eksekutif, fitur yang disematkan mobil ini tentu sudah mewah. Pada 520i tahun 1992 dan 1993 tersedia sunroof sementara tahun sebelumnya dan sesudahnya tidak tersedia. Fitur lainnya sama dengan 518i namun dengan tambahan ABS dan airbag. Ada juga tambahan berupa electric mirror dan transmisi otomatis dual mode yaitu Auto (A) dan Sport (S).

BMW 530i sendiri tidak tersedia sunroof dari pabriknya seperti 520i tahun 1992 dan 1993 namun sudah tersedia electric seat, coolbox, krey atau gorden belakang elektrik meski khusus untuk tipe Individual. Versi 535i sendiri sudah tersedia sunroof, cruise control, active stability control, park distance control, sampai self leveling suspension.

Kelebihan BMW E34 secara keseluruhan adalah bobotnya yang terdistribusi rata 50:50. Dengan ukuran body yang tidak terlalu besar membuat mobil ini sangat terkendali meskipun dalam kecepatan tinggi. Dimensinya juga pas karena masih menyisakan ruang bagi penumpang namun tidak terlalu sulit melewati jalanan sempit. Secara keseluruhan mesin BMW dan transmisi manualnya tangguh namun untuk steering column dan steering boxnya rata rata sudah aus dan membuat stir spelleng menjadi kelemahan BMW E34 secara umum.

Spesifikasi BMW 5 series E34 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi BMW 5 series E34
Jenis Sedan
Tipe E34
Mesin M40B18 SOHC i4 1800cc
M20B20 SOHC i6 2000cc
M50B20 DOHC i6 2000cc
M60B30 DOHC v8 3000cc
Bore X Stroke 84.0 X 81.0 mm (M40B18)
80.0 X 66.0 mm (M20B20)
80.0 X 66.0 mm (M50B20)
84.0 X 67.6 mm (M60B30)
Sistem Bahan Bakar Injeksi
Transmisi Manual 5 speed
otomatis 4 speed
otomatis 5 speed
Wheelbase 2.761 mm
Panjang 4.720 mm
Lebar 1.751 mm
Tinggi 1.412 mm

14 Responses to "BMW 518i, 520i, 530i, 535i E34"

  1. Kerennya e34 ini ada di perpaduan gaya retro lampu bulet dengan desain modern, jadi everlasting modelnya..harga pasaran juga relatif murah untuk tipe 520i..

    Cuma dilihat dari rasio tenaga:bobot, 518i dan 520i rasanya agak lemot..530i baru kerasa BMW nya (karena 525i gak keluar di Indonesia)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yup tapi kalau mampir kerumah camer pakai BMW kayak gini ada sedikit pandangan kurang enak karena modelnya terasa tua banget kayak mobil mafia... baru tau saya kalau yang 525 nggak keluar disini, berarti kapan hari lihat e34 525 itu CBU ya?

      Delete
  2. Kalo kinclong, pakai aksesoris dan velg yg cocok mah masi keren gan..
    Nah kalau mercy, diapain juga ttp bapak bapak tapi buat yg suka justru terlihat cantik..

    525i gak keluar di sini gan, kalo gak CBU paling ganti logo belakang biar keliatan lebih mantep hehe. Selain 525, ada juga CBU 535i 3500cc V8 bahkan ada juga yg punya versi tertingginya, E34 M5.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip, makasih tambahan infonya

      Delete
    2. Ralat bor, 535i itu 3500cc I6..540i baru 4000cc V8. Unit E34 CBU biasanya udah ada sunroof.

      Delete
  3. Mobil tua, murah lagi, gaka bakal ada yg mau πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Tapi tetep gak murahan yah

    ReplyDelete
  4. Mobil tua, murah lagi, gaka bakal ada yg mau πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Tapi tetep gak murahan yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba merknya toyota
      *eh tapi jual cressida/crown aja lumayan susah πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

      Delete
  5. Untuk parts baik fast maupun slow moving, apakah sangat mahal dengan range sekitar 1 - 7 jt? Atau 500 - 1 jt?
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. paling murah yang pernah saya temui filter oli 75 ribu, filter udara 150 ribu... lainnya kampas rem 750 ribu depan belakang, shock belakang kanan kiri 2 juta, fuel pump 1,8 juta

      Delete
    2. Tetapi untuk mesin yang M20B20, apakah boros bensin kalo dibanding dengan mesin M50B20/M50B20 Vanos (jika di dalkot yang macet dan hanya kecepatan 40 - 60 kpj)? Atau masih relatif sama tetapi parts susah dicari?
      Sebelumnya terima kasih untuk jawabannya

      Delete
    3. kurang lebih sih sama aja. toh irit tidaknya tergantung bagaimana cara nyetirnya.

      Delete