Nissan Cedric Y31
Di Jepang, ada yang bilang kalau Toyota Crown merupakan coffin car atau mobil peti mati karena biasanya setelah seorang salary man atau orang kantoran macam bapaknya Shincan atau Nobita pensiun, mereka akan beli Toyota Crown terbaru dan terus dipakai sampai akhir hidupnya atau ketika mereka sudah merasa tidak mau mengemudi lagi. Namun untuk para salary man pensiunan yang tidak mau Toyota Crown, mereka punya pilihan lain dengan sebuah Nissan Cedric.
Nissan Cedric merupakan sedan mewah Nissan setingkat dibawah President dimana rival tradisionalnya di Jepang adalah Toyota Crown. Ketika Nissan mengakuisisi Prince Motor pada tahun 1966, Prince yang sebelumnya memiliki Prince Gloria yang juga merupakan rival Nissan Cedric akhirnya diposisikan menjadi varian sporty dari Nissan Cedric sebagai Nissan Gloria dengan perbedaan seperti grill dan lampu belakang. Oleh karena itu di Jepang biasanya Nissan Cedric dan Nissan Gloria dianggap mobil yang sama dengan julukan Nissan Cedglo.
Generasi ke 7 dari Nissan Cedric muncul pada tahun 1987 akhir dengan kode bodi Y31. Desain Nissan Cedric ini masih tetap terkesan kotak meski sudutnya jauh lebih membulat dibandingkan generasi Y30 yang menjadi pendahulunya. Nissan Cedric ini tersedia dalam 2 pilihan bodi yaitu hardtop 4 pintu dan sedan 4 pintu. Keduanya dijual bersamaan sampai sekitar 1991.
Pada tahun 1991, Nissan memperkenalkan generasi baru dengan kode bodi Y32. Disaat yang bersamaan, Nissan memutuskan untuk tetap memproduksi Nissan Cedric sedan 4 pintu yang dipasarkan untuk kebutuhan fleet seperti taksi bersaing dengan Toyota Crown generasi S130 dan menemani Nissan Crew yang memang diperuntukkan untuk mengisi celah pasar mobil taksi yang lebih kecil. Untuk itu Nissan memberikan Cedric facelift dengan ubahan berupa lampu depan, bumper, grill sampai lampu belakang.
Nissan Cedric Taksi Silverbird
Pada tahun 1992, Indonesia menjadi tuan rumah dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) gerakan non blok yang diselenggarakan di Jakarta. Untuk keperluan wira-wiri para kepala negara anggota konferensi selama di Jakarta, pemerintah Indonesia mengimpor sejumlah mobil untuk keperluan itu. Sebagai mobil yang nantinya akan digunakan sebagai mobil tamu negara, tentunya spesifikasi dan kualitas mobil yang dipakai lebih tinggi dibandingkan spesifikasi mobil yang sama versi CKD Indonesia.
Tercatat ada 1050 unit
mobil yang masuk dimana semuanya diipor oleh Bimantara yang menang tanpa
tender tentunya khas orde baru. Untuk membedakan mana tamu negara dan mana masyarakat
sipil Indonesia ketika pada delegasi negara anggota non blok ini
jalan-jalan di Jakarta, mobil-mobil KTT ini memiliki plat nomor unik
berupa plat merah dengan huruf NAM-123 dimana 123 ini merupakan nomor
urut negara berdasarkan abjad.
Setelah acara KTT selesai, mobil-mobil yang diimpor khusus untuk acara
ini kemudian dijual ke masyarakat umum. Beberapa ada yang layak disebut
collector item karena langka di Indonesia. Salah satu mobil bekas KTT ini adalah Nissan Cedric Y31 yang kemudian diborong oleh perusahaan taksi Bluebird untuk dijadikan taksi mewah dengan merk Silverbird. Nissan Cedric taksi Silverbird ini resmi bertugas pada tahun 1993 dengan peresmian yang dilakukan di Balai Kota Jakarta.
Varian Nissan Cedric di Indonesia
Nissan Cedric baik ketika hanya ditawarkan untuk pasar konsumer maupun pasar fleet memiliki pilihan fitur yang sangat banyak. Fitur ini bukan hanya sekedar aksesoris interior maupun eksterior namun juga pilihan mesin yang sangat banyak. Varian pasar konsumer kebanyakan memakai mesin bensin V6 2000cc sampai 3000cc dengan ataupun tanpa turbo. Untuk pasar fleet, Nissan menawarkan Cedric dengan berbagai mesin selain mesin bensin yang sudah ada seperti mesin inline 6 berbahan bakar LPG sampai mesin inline 4 diesel.
Di Indonesia, Nissan Cedric yang datang melalui KTT non blok 1992 memakai mesin diesel Nissan TD25L dengan konfigurasi 4 silinder segaris OHV berkapasitas 2500cc. Mesin ini memakai sistem bahan bakar diesel indirect injection. Tenaga yang dihasilkan mencapai 81Hp pada 4300Rpm untuk spesifikasi JDM. Untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang digunakan transmisi manual 5 percepatan.
Bisnis taksi mewah dari Silverbird ini ternyata cukup laku dikalangan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu Bluebird kemudian mengimpor kembali beberapa unti Nissan Cedric untuk menambah armada taksi Silverbird. Impor ini dilakukan pada tahun 1997, 1998 dan 2000. Nissan Cedric untuk batch ini memakai mesin baru dengan mesin Nissan TD27L dengan konfigurasi 4 silinder segaris OHV berkapasitas 2700cc. Sistem bahan bakarnya menggunakan diesel indirect injection sama seperti sebelumnya. Transmisi yang digunakan juga masih tetap manual 5 percepatan. Selain itu pada bagian eksteriornya mendapat facelift baru dimana lampu depan menjadi lebih besar serta grill yang masih memakai gaya desain palang horisontal namun kini mendapat tambahan berupa palang salib.
Pada tahun 2004, Bluebird kembali mengimpor Nissan Cedric untuk menggantikan armada yang sudah ada sebagai peremajaan. Dari luar, Nissan Cedric ini memiliki bentuk yang sama seperti model 1997 dengan grill depan palang salib serta tambahan list chrome pada bagian sekitar lampu belakang. Selain itu pada bagian interiornya kini memakai dashboard model baru yang lebih membulat dan berwarna abu-abu kebiruan.
Ubahan paling besar ada pada mesinnya dimana kali ini Nissan Cedric dibekali dengan mesin Nissan QD32 dengan konfigurasi 4 silinder OHC 8 valve berkapasitas 3200cc. Mesin ini menggunakan sitem bahan bakar diesel indirect injection yang sanggup menghasilkan tenaga sebesar 99Hp pada 3600Rpm dan torsi 221Nm pada 2000Rpm. Untuk menggerakkan roda belakangnya, masih digunakan transmisi manual 5 percepatan seperti sebelumnya.
Purna Tugas Nissan Cedric Diesel Taksi
Setelah bertugas menjadi mobil taksi, Nissan Cedric bekas taksi ini kemudian dijual ke masyarakat umum. Harga bekasnya saat lelang setelah pensiun dari Bluebird pada tahun 2009 untuk unit produksi 2004 hanya sekitar 45 juta rupiah saja. Posisi Nissan Cedric sebagai taksi premium kemudian digantikan oleh Mercedes-Benz C-class yang diproduksi di Indonesia.
Nissan sendiri tidak pernah memasarkan Nissan Cedric generasi Y31 secara resmi di Indonesia. Terakhir kali sebelum kehadiran Nissan Cedric Y31 yang masuk melalui impor mobil KTT 1992, generasi Cedric masih dijual dengan merk Datsun sebagai Datsun 260 generasi 330 yang merupakan generasi keempat pada tahun 1976 sampai sekitar 1979. Jadi bisa dibilang kalau semua Nissan Cedric Y31 di Indonesia merupakan bekas taksi.
Karena statusnya yang CBU dan hanya masuk melalui KTT ataupun Bluebird, populasi Nissan Cedric Y31 ini cukup sedikit. Hal ini membuat slow moving dan part bodinya susah. Oleh karena itu tak susah menemukan Nissan Cedric dengan bodi alakadarnya dijalanan. Untungnya karena mobil ini bermesin diesel konvensional yang tidak rewelan dan sedikit banyak punya persamaan dengan mobil seperti Nissan Patrol membuat part fast moving yang dipakai murah dan cukup tersedia.
Kelebihan Nissan Cedric ini adalah kenyamannya. Shockbreaker sangat empuk, stir sangat ringan, posisi duduk terutama penumpang belakang sangat pas dengan bentuk jok belakang yang memadai. Untuk interiornya sangat lega baik ruang kepala, ruang kaki dan bada terutama untuk penumpang belakang. Karena bermesin diesel, konsumsi solar mobil ini sangat irit untuk kelas sedan sebesar ini dengan sekitar 1:11 untuk dalam kota dan 1:16 untuk luar kota. Kelemahan Nissan Cedric ini adalah bodinya yang terlalu besar sehingga membuatnya sulit untuk bermanuver dan masuk ke jalan-jalan sempit. Kamudian sebagai mobil fleet taksi, semua fiturnya serba manual.
Spesifikasi Nissan Cedric Y31 ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Nissan Cedric Y31 | |
|---|---|
| Jenis | Sedan |
| Tipe | Y31 |
| Mesin | TD25L OHV 2488cc TD27L OHV 2664cc QD32 OHC 3200cc |
| Bore X Stroke | N/A |
| Sistem Bahan Bakar | diesel indirect injection (TD25 dan TD27) diesel direct injection (QD32) |
| Transmisi | Manual 5 Speed |
| Wheelbase | 2.735 mm |
| Panjang | 4.690 mm |
| Lebar | 1.695 mm |
| Tinggi | 1.445 mm |


Ini mirip sama taxi silverbird bandara yg toyota crown comfort jadul itu ya. Tapi kalo sy google dpt nya gambar crown2 skrg mulu. Crown yg sy maksud jarang muncul gambarnya.
ReplyDeletememang mobil ini pernah jadi taxi silverbird kok. bedanya sama crown comfort paling jlas ada dibagian belakangnya dimana cedric lampunya horizontal penuh kalau crown vertikal
Deleteiya bener vertikal, sempit, cakep bener itu mobil, dan kayanya gak semua org berpikiran sama.. ahaha. tapi kalo browse 'crown comfort silverbird' dll.. keluarnya pasti beda. Bahas dong mas charis hehe
Deleteboleh tu... ditunggu ya, agak lama soalnya riset dulu 😉
Delete"Sedan bermesin diesel sebelum tahun 2000 masih sangat jarang di Indonesia" Setelah tahun 2000 banyak ya sedan mesin diesel?
ReplyDeletelumayan walau populasinya tetap kalah sama yang bensin.
DeleteBMW sama Mercedes yang pake embel-embel D itu misalnya...
saya punya cedric mobil tua tapi pajaknya wawww
ReplyDeletenasib ya om... udah sedan, diesel, 3000cc lebih pula... orang pajak bahagia tuh kalo semuanya pake Cedric...
DeleteNissan cedric 1965 pernah jd mobil dinas Bank Indonesia,thn 1966 ayah saya pernah dpt kesempatan pakai kurang dr 1 thn, kemudian diganti nissan patrol
ReplyDeleteberarti Cedric generasi pertama ya? menarik, saya malah baru tau kalau pernah dipake pejabat bank indonesia
DeleteIya cedric generasi awal, bentuk grill depannya mirip fiat 2300 1964
DeleteWuih ini mantanku si semut Ireng, maap ya mut karena ada kebutuhan mendesak akhirnya kita berpisah.
ReplyDeleteSedikit testimoni y31 qd32 itu senyaman mercy Tiger seirit Isuzu panther. Yg gak enak pajaknya doang 2.4jt Krn 3000cc n th 2004
semoga dpat pengganti yang lebih baik om
Deletetrima kasih om...
DeleteItu turbo atau N/A Om?
ReplyDeleteN/A kayak Patrol
DeleteWahh pas-pas nih ada yang ngomongin Cedric, di sini ada yang punya buku Manual Nissan Cedric tidak, atau ada yang tau Comunitynya?
ReplyDeleteinco..ind nissan cedric owner.(fb)
Delete