Peugeot 203

Peugeot 203 Indonesia

Seusai perang dunia kedua, kini saatnya rakyat Eropa bangkit terutama Perancis yang habis melawan Nazi Jerman. Untuk mendukung kebangkitan perekonomian Perancis, tentunya rakyat Perancis memerlukan mobil. Peugeot yang sebenarnya sudah mempersiapkan mobil baru sejak 1942 ketika perang dunia kedua masih berlangsung akhirnya memperkenalkan model barunya setelah perang untuk memutar kembali roda kehidupan rakyat Perancis dengan nama Peugeot 203.

Secara desain, Peugeot 203 ini mengambil desain ponton yang memang populer pada dasawarsa 40an dan 50an. Ciri khasnya adalah bagian depan dimana fendernya rendah namun kap mesinnya tinggi dengan bagian belakang menukik kebawah yang membuatnya sporti seperti VW Beetle. Pada model awalnya, logo Peugeot pada 203 memakai model ornamen yang tertempel diatas kap mesin. Ornamen yang dipilih adalah patung kepala singa yang menjadi logo Peugeot. Pada tahun 1959, ornamen ini dilepas dan digantikan dengan emblem Peugeot dengan bingkai seperti baguette. Meski begitu, entah mengapa desain Peugeot 203 ini terlihat begitu mirip dengan desain Chevrolet Fleetline yang sudah hadir sejak 1941 meskipun 203 memiliki keunggulan dimana kaca depannya sudah tidak menganut model split window dan sasis monokok.

Mesin yang diusung Peugeot 203 ini cukup canggih pada jamannya. Mesin dengan konfigurasi 4 silinder segaris pendingin cairan OHV 8 katup berkapasitas 1290cc. Dengan karburator Solex dan desain cylinder head hemi, mesin ini dapat menghasilkan tenaga sebesar 41Hp pada 4500Rpm dan torsi 78Nm pada 2500Rpm yang membuat Peugeot 203 mampu melaju hingga 115Km/jam. Untuk menyalurkan tenaga mesin keroda belakang digunakan transmisi manual 4 percepatan yang tuasnya terletak dikolom setir tanpa sinkromesh. Baru pada tahun 1954 Peugeot 203 ditambahkan sinkromesh.

Meskipun pengembangannya lama berhubung terhenti karena perang, namun Peugeot 203 memiliki beberapa rancangan yang cukup modern bagi Peugeot. Sebut saja pada rancangan bodinya kini menggunakan sasis monokok yang membuatnya bisa diproduksi dengan material yang lebih sedikit serta lebih ringan dan lebih aman dibandingkan dengan sasis tangga. Belum lagi sistem suspensinya yang independen dengan suspensi depan per daun yang diletakkan secara transversal dan suspensi belakang panhard rod dengan coil spring.

Pada tahun 1949 hingga 1955, Peugeot 203 ini menjadi satu-satunya Peugeot yang dijual di Perancis sana. Oleh karena itu, Peugeot membuat beberapa varian untuk Peugeot 203 yang dijual saat itu. Selain sedan 4 pintu yang menjadi pilihan bodi yang sangat umum, Peugeot 203 juga tersedia dalam bentuk station wagon 5 pintu, coupe 2 pintu, cabriolet 2 pintu serta cabriolet 4 pintu. Untuk versi sedan sendiri bahkan memiliki 2 varian yaitu sedan komersil 4 pintu yang disebut Comerciale serta kapasitas 6 penumpang yang disebut Familiale. Untuk menampung jumlah penumpang yang lebih banyak, versi sedan 6 penumpang serta station wagon memiliki jarak sumbu roda yang dipanjangkan.

Di Indonesia, Peugeot 203 memang tidak dirakit secara resmi serta tidak ada agen penjualan resminya. Meski begitu, populasi 203 tetap ada karena mobil-mobil Peugeot sendiri sudah banyak berkeliaran sejak awal 1900an di Indonesia. Tipe yang beredar juga menjadi tidak jelas karena tidak adanya agen tunggal resminya pada saat itu. Jumlah yang beredar juga tidak terlalu jelas karena kepopuleran mobil buatan Amerika Serikat masih sangat kuat pada masa awal perang revolusi.

Spesifikasi Peugeot 203 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Peugeot 203
Jenis Sedan
Wagon
Tipe 203
Mesin inline 4 OHV 1300cc
Bore X Stroke 75.0 X 73.0 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2.580 mm
Panjang 4.350 mm
Lebar 1.610 mm
Tinggi 1.610 mm


Comments