Ford "Fat Fender" Special Deluxe 1941 - 1948
Henry Ford meskipun industrialis yang hebat, namun orang ini punya sifat keras kepala sampai-sampai dia menganggap Ford Model T adalah mobil yang sempurna sehingga tidak perlu ada pembaruan dari 1908 sampai 1927. Bahkan saking keras kepalanya, Edsel Ford yang merupakan anaknya sendiri dan punya ide-ide cemerlang akan mobil-mobil Ford berkali-kali idenya disabotase bapaknya sendiri. Karenanya meski grup General Motor memberikan perlawanan sengit, Ford masih saja mempertahankan keras kepalanya Henry Ford meski malu-malu memberika inovasi. Ini tertuang dalam mobil Ford tahun 1941.
Ford tahun 1941 ini diperkenalkan pada September 1940 sebagai model 1941. Meskipun bagian marketing Ford mengatakan bahwa mobil ini "new in every respect", namun didalamnya ada banyak sekali komponen yang dipasang pada mobil-mobil Ford era sebelumnya. Misalnya saja dengan body yang lebih lebar, tentunya sasis yang dipakai harusnya lebih lebar. Namun karena Henry Ford, sasis sedan Ford ini masih sama seperti sasis mobil Mercury tahun 1939 dan 1940 yang diperlebar dan memodifikasi crossmembernya. Bisa dilihat juga dari suspensinya yang memakai per daun melintang yang disebut buggy spring dimana konstruksinya mirip dengan Ford Model T tahun 1912. Selain itu mesin andalannya masih tetap Ford V8 flathead yang sama sejak 1932 yang dituning ulang agar irit bensin meski kemudian ada pilihan baru.
Desain dari sedan baru Ford yang populer disebut Fat Fender ini tercermin dari desain bulbous styling yang kental. Fendernya besar dengan running board atau pijakan yang menghubungkan fender depan dan belakangnya yang juga lebar membuat lebar keseluruhan mobil bertambah. Pilihan bodinya sendiri ada cukup banyak. Mulai dari sedan 4 pintu dengan jendela samping 6 buah dan pintu model suicide door, station wagon 4 pintu, sedan 2 pintu, sedan delivery atau seperti mobil blind van 2 pintu, coupe 2 pintu, convertible 2 pintu, sampai pickup 2 pintu yang dikenal sebagai Jailbar Ford.
Dealer Ford yang jadi ujung tombak pemasaran mobil-mobil produksi Ford sebenarnya sudah sangat mengharapkan mesin 6 silinder yang ekonomis untuk bersaing dengan mobil seperti Chevrolet dengan mesin Stovebolt 6 yang muncul generasi barunya hampir bersamaan dengan Ford tahun 1941. Namun karena kelakuan Henry Ford, sejak 1936 hanya mesin V8 yang tersedia untuk mobil-mobil Ford. Hal ini membuat mobil Ford lebih susah laku karena tidak sedikit orang Amerika yang juga mau mobil 6 silinder yang irit bensin meski mesin V8 cukup menarik.
Akhirnya bersamaan dengan kemunculan Ford Fat Fender tahun 1941, Ford menawakan mesin 6 silinder baru dengna konfigurasi L head 6 silinder segaris berkapasitas 226 cubic inch atau sekitar 3700cc yang menghasilkan tenaga sebesar 90Hp. Selain itu mesin V8 juga masih tersedia dengan konfigurasi flathead V8 berkapasitas 221 cubic inch atau sekitar 3620cc dan V8 berkapasitas 239 cubic inch atau sekitar 3900cc dimana mesin V8 besar ini aslinya untuk mobil Mercury namun bisa dipesan untuk Ford. Untuk menggerakkan roda belakangnya, digunakan transmisi manual 3 percepatan.
Facelift Tiap Tahun
Meskipun Henry Ford merasa produknya sempurna dan tidak perlu ubahan, namun ide Alfred P. Sloan yang menjadi bos dari General Motor akan perlunya melakukan update desain mobil agar konsumen terus membeli mobil baru membuat Ford mengikuti gaya main General Motor ini. Untuk membedakan antar tahunnya, bisa dilihat dari desain grill depannya.
Pada tahun 1941 ketika kemunculannya, ciri khas dari mobil Ford adalah penggunaan grill 3 piece dimana bagian tengahnya menjulang lebih tinggi dibandingkan bagian sisi kanan dan kiri yang bentuknya menyerupai grill mobil BMW era 2000an awal. Untuk lampu seinnya berada di atas fender depan dibelakang lampu depan. Pada tahun 1942, grill depannya berubah menjadi model split yang posisinya sejajar dimana tidak ada lagi bagian yang menjulang tinggi. Bentuk palang grillnya vertikal dengna jumlah yang banyak dan palang ini berada didalam cluster tidak seperti Jailbar Ford. Lampu seinnya berpindah ke bagian atas grill di sisi dalam lampu depan. Model ini hanya diproduksi selama 4 bulan saja untuk tahun 1942 karena produksi mobil penumpang saat itu dihentikan untuk fokus memproduksi kebutuhan perang.
Pada tahun 1946, produksi mobil penumpang kembali berjalan seperti semula. Namun karena baru mulai, akhirnya produksi mobil saat itu pada dasarnya hanyalah melanjutkan mobil produksi 1942 dengan aksesori yang lebih sederhana karena tidak semua supply chain sudah berjalan normal. Tidak lama berselang, Ford memperbarui model Fat Fender ini dengan grill depan baru berupa palang horisontal tebal dengan aksen merah seperti pada tulisan FORD di palang paling atas. Lampu seinnya masih berada di atas grill depan sisi dalam lampu depan. Pada tahun 1947, model grillnya dibuat menjadi mirip hanya saja tanpa aksen merah namun kini lampu seinnya berada dibawah lampu depan. Tahun 1948 tidak banyak ubahan karena pertengahan tahun sedan Ford sudah berubah total menjadi apa yang dikenal sebagai shoebox Ford.
Untuk trim levelnya sendiri, terdapat 3 pilihan yang tersedia untuk sedan Ford ini. Tipe paling bawah bernama Special dimana cirinya adalah penggunaan aksen chrome yang minimal, interior kain sederhana, sampai velg kaleng terbuka tanpa dop. Tipe tengah ada De Luxe yang memiliki beberapa trim chrome, interior lebih baik dengan aksesoris seperti pemantik sampai sun visor. Tipe tertinggi ada Special Deluxe yang memiliki trim chrome lebih banyak seperti pada sekeliling jendela, adanya jam pada dashboard sampai beberapa trim panel kayu pada interiornya.
Dipengaruhi Drama Keluarga
Sampai tahun 1937, penjualan mobil Ford merajai pasar Amerika namun kemudian penjualannya menyusut dikalahkan oleh Chevrolet. Salah satu alasannya adalah banyak innovasi Edsel Ford untuk mobil Ford sebagai presiden Ford Motor Company saat itu yang disabotase Henry Ford. Misalnya seperti Edsel ingin mobil-mobil Ford memiliki suspensi independen dibagian depan seperti suspensi knee action dari Chevrolet atau sistem rem hidrolis yang lebih aman dan memberikan performa jauh lebih bagus daripada memakai sistem kabel seperti sepeda motor. Namun sayangnya innovasi ini digagalkan oleh Henry Ford dimana Henry sampai menyewa jasa Harry Bennet yang merupakan mantan petinju untuk mengintimidasi kepala insinyur Ford yang baru saja bertemu dengan Edsel untuk melakukan sebaliknya apa yang diperintahkan Edsel.
Mungkin dengan hubungan ayah dan anak yang begitu buruk ini, Edsel Ford kemudian meninggal dunia dalam usia 49 tahun pada tahun 1943 karena kanker lambung. Henry Ford kemudian kembali menjadi presiden Ford Motor Company. Namun sayangnya, Henry Ford dengan sifatnya sampai penyakit dementia karena usia tua membuatnya sangat tidak kompeten dalam mengurus perusahaan. Pemerintah Amerika bahkan berencana untuk menasionalisasi Ford Motor Company karena Ford memegang kontrak untuk Jeep yang krusial untuk perang dunia kedua yang sedang berkecamuk.
Untungnya, Henry Ford luluh dan mau turun dari perusahaan setelah menantunya sekaligus janda dari Edsel Ford bernama Eleanor yang mengancam akan menjual sahamnya yang bisa membuat Ford yang saat itu sedang kesulitan keuangan makin hancur. Henry Ford kemudian digantikan oleh Henry Ford II, cucu dari Henry Ford sebagai presiden perusahaan dimana Henry Ford II ini sangat terbuka akan innovasi dan masukan-masukan tidak seperti kakeknya. Ini tercermin dari pengganti Ford Fat Fender yang populer disebut Shoebox Ford tahun 1949 dan pickup Ford F-1.
Spesifikasi Ford 1941 - 1948 ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Ford 1941 - 1948 | |
|---|---|
| Jenis | Sedan |
| Tipe | N/A |
| Mesin | L-head inline 6 3700cc Flathead V8 3620cc Flathead V8 3900cc |
| Bore X Stroke | N/A |
| Sistem Bahan Bakar | Karburator |
| Transmisi | Manual 3 Speed |
| Wheelbase | 2.900 mm |
| Panjang | 4.940 mm |
| Lebar | N/A |
| Tinggi | N/A |



Comments
Post a Comment