Toyota Dyna U10 & Daihatsu Delta DV26
Pada awalnya, Toyota dan Daihatsu adalah perusahaan yang terpisah dan tidak terikat satu sama lain. Namun pada tahun 60an, Toyota membeli sebagian besar Daihatsu sehingga setelahnya praktis Daihatsu menjadi salah satu anak perusahaan Toyota. Dibawah tangan Toyota, Daihatsu kemudian memfokuskan diri menjadi pabrikan mobil kecil dan lebih murah daipada apa yang ditawarkan oleh Toyota. Salah satu produk hasil kolaborasi ini adalah Daihatsu Delta yang menjadi kembaran dari Toyota Dyna.
Setelah kerja sama dengan Daihatsu pada tahun 1967, Toyota merombak mobil truk light dan medium duty dari K series menjadi platform baru yang disebut sebagai U series. Di Indonesia, Toyota Dyna generasi U10 ini hanya ditawarkan dalam 1 tipe saja yaitu Toyota Dyna BU15 yang menandakan bahwa Dyna ini memiliki mesin Toyota seri B dan angka 15 menunjukkan bahwa truk ini memiliki sasis panjang.
Desain kabin dari Toyota Dyna ini menganut model cab over engine dimana posisi kabin penumpangnya sedikit mundur dan berada dibelakang as roda tidak seperti truk cab over sekarang ini yang posisi kabin penumpangnya berada tepat diatas as roda depan. Moncongnya terkesan bertumpuk dengan bagian depan memiliki lampu bulat 4 buah dan grill depan kotak dengna cluster terpisah dari rumah lampu depan. Lampu seinnya sedikit lebih kecil dan berada diatas lampu depan.
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Toyota Dyna di Indonesia menggunakan mesin Toyota B yang memiliki konfigurasi 4 silinder OHV berkapasitas 3000cc. Mesin diesel yang juga dipasang pada Toyota Land Cruiser BJ40 ini masih menggunakan sistem bahan bakar diesel indirect injection. Tenaga yang dapat dihasilkan mencapai 80Hp pada 3600Rpm dan torsi 191Nm pada 2200Rpm. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 4 percepatan yang tuasnya berada di kolom setir.
Di Indonesia, Dyna dijual PT Toyota Astra Motor dalam 1 pilihan sasis dan 1 pilihan mesin saja dengan BU15. Namun begitu, untuk pilihan bak dan rodanya ada 2 varian yang ditawarkan. Yang pertama adalah Pickup Truck dimana rodanya hanya 4 alias engkel dengan bak rendah seperti mobil pickup kecil. Kemudian ada juga varian bak flatbed truck yang memakai bak rata serta roda belakang double atau 4 buah. Model pickup memiliki kapasitas muat 2 ton sementara model flat bed muat 2,5 ton. Meskipun di Jepang Toyota Coaster saat itu juga memakai sasis dari Toyota Dyna U10 ini, namun di Indonesia kebanyakan bus yang ada hanyalah varian karoseri dari Toyota Dyna BU15 yang juga tersedia varian tanpa bak untuk dikaroseri menjadi bus atau kendaraan lain.
Daihatsu Delta DV26
Bila Toyota menyebut generasi baru Dyna sebagai U series, Daihatsu menyebut truk yang diberi nama Delta ini sebagai DV26. Daihatsu Delta DV26 ini menggantikan Daihatsu V series seperti Daihatsu V200 dan D200 untuk varian mesin diesel. Secara garis besar, kabin dan komponen sasis serta kaki-kakinya masih sama dengan Toyota Dyna hanya saja dibagian mesin dan beberapa aksesorinya berbeda.
Pada bagian eksterior misalnya, Daihatsu Delta masih tetap memakai kabin yang terkesan semi cab over meski sebenarnya masih tetap cab over hanya saja lebih mundur dibanding model cab over engine lainnya. Lampu depannya juga memakai bulat 4 buah seperti Dyna. Namun pada bagian grill depannya terdapat hiasan berupa grill model split. Selain itu lampu sein pada Daihatsu Delta lebih besar daripada yang dimiliki Dyna dan posisinya lebih mendekati kaca depan. Kemudian dibandingkan dengan Toyota Dyna, Daihatsu Delta memiliki muka depan yang lebih menyatu dan lebih sederhana tidak seperti Dyna yang terlihat bertumpuk.
Mesin yang digunakan juga berbeda dimana Daihatsu Delta memakai mesin Daihatsu DG dengan konfigurasi 4 silinder OHV berkapasitas 2500cc. Mesin diesel indirect injection yang juga dipasang di Daihatsu Taft Kebo ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 80Hp pada 3500Rpm dan torsi 171Nm pada 2200Rpm. Untuk menggerakkan roda belakang, digunakan transmisi manual 5 percepatan yang tidak seperti Toyota Dyna, pada Daihatsu Delta tuas transmisinya berada di lantai.
Untuk modelnya sendiri, Daihatsu Delta yang dijual di Indonesia hanya DV26 dimana itu berarti memakai mesin diesel DG seperti yang dijelaskan diatas. Untuk sasisnya sendiri terdapat model sasis pendek 4 ban dengan kode DV26 dan sasis panjang dengan 6 ban dengan kode DV26L. Pilihan baknya sendiri hanya ada flat bed truck dan chassis cab yang nantinya akan dibuat menjadi bus atau kendaraan lain oleh perusahaan karoseri.
Kini baik Toyota Dyna maupun Daihatsu Delta sudah cukup langka dijalanan. Populasinya sendiri sepertinya jauh lebih banyak Daihatsu Delta dibandingkan Toyota Dyna. Dulu, Daihatsu Delta banyak digunakan untuk bus metromini, kopaja atau kopata yang kurang lebih seperti angkot di Jogja. Selain itu Delta juga banyak dipakai untuk bus angkutan pabrik dan karyawannya. Namun begitu, baik Toyota Dyna maupun Daihatsu Delta dulunya juga cukup populer sebagai angkutan tebu dari kebun ke pabrik gula di Jawa Timur bersaing dengan Mitsubishi Colt Diesel Ceketer menggantikan lokomotif uap yang dipakai sejak zaman Belanda.
Spesifikasi Toyota Dyna U10 & Daihatsu Delta DV26 ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Toyota Dyna U10 & Daihatsu Delta DV26 | |
|---|---|
| Jenis | Truk |
| Tipe | U10 (Toyota Dyna) V26 (Daihatsu Delta) |
| Mesin | Toyota B OHV 2977cc (Dyna) Daihatsu DG OHV 2530cc (Delta) |
| Bore X Stroke | 95.0 X 105.0 mm (B) 88.0 X 104.0 mm (DG) |
| Sistem Bahan Bakar | Diesel Indirect Injection |
| Transmisi | Manual 5 Speed |
| Wheelbase | 3.400 mm (Delta DV26L) |
| Panjang | 5.705 mm (Deltra DV26L) |
| Lebar | 1.985 mm |
| Tinggi | 2.050 mm |


Comments
Post a Comment