Daihatsu Charade XG G10

Daihatsu Charade XG mata bulat

Daihatsu mulai berkembang menjadi pabrikan mobil penumpang setelah cukup sukses bermain di kelas mobil niaga dengan bemo Daihatsu Midget, pickup Hijet dan truk Delta serta kelas mobil kei dengan Fellow. Untuk memperkuat posisinya terutama di pasar ekspor yang tidak mengenal regulasi kei, Daihatsu kemudian mulai mengembangkan mobil penumpangnya yang lebih besar daripada mobil kelas kei dan lebih refine dengan Daihatsu Charade yang menjadi penerus dari Daihatsu Consorte.

Nama Charade sendiri berasal dari bahasa Inggris yang berarti bermain peran. Terdengar aneh namun bagi orang Jepang kebanyakan yang level bahasa Inggrisnya kurang, nama Charade ini terkesan fun dan cocok untuk mobil kelas supermini yang dimasuki Daihatsu Charade ini. Untuk kode bodinya sendiri, Daihatsu memberikan nomenklatur G10 untuk Daihatsu Charade generasi pertama.

Tidak seperti Consorte yang memakai sasis dan rancang bangun Toyota Publica macam Daihatsu Charmant dengan Toyota Corolla, Daihatsu Charade ini dibuat sendiri oleh Daihatsu. Pertama kali diperkenalkan di Jepang pada 1977 dimana ketika Charade meluncur, banyak pengamat mengatakan mobil sekelas Charade ini tidak punya masa depan karena regulasi emisi yang berat sehingga pabrikan bakal lebih fokus ke mobil-mobil kei. Namun nyatanya, Charade bisa membuktikan sebaliknya bahkan memenangkan penghargaan Car Of The Year Jepang pada 1979. Di Indonesia, Charade baru diperkenalkan pada tahun 1980.

Pada awalnya, Charade hanya diperkenalkan sebagai hatchback 5 pintu saja seperti Daihatsu Charade yang beredar di Indonesia. Namun memasuki 1980, mulai dibuat varian coupe hatchback 3 pintu dengan nama Charade Runabout. Ciri dari Charade Runabout ini adalah memiliki 2 pintu dan pada bagian pilar C terdapat jendela kecil berbentuk bulat. Jendela bulat ini konon terinspirasi dari bentuk jendela kapal laut yang memang bentuknya bulat. Untuk bagian depannya dan mekanikal seperti mesin dan suspensinya sendiri mirip dengan Charade G10 lainnya.

Bicara rancang bangun, Daihatsu Charade dibangun diatas sasis monokok dengan suspensi depan macpherson strut dengan shock absorber sementara bagian belakangnya masih memakai batang torsi. Sistem pengeremannya sudah cukup maju dengan rem cakram didepan dan belakang masih masih menggunakan teromol. Untuk mengendalikan mobil, digunakan sistem steering rack and pinion yang presisi.

Charade "Matbul" Mata Bulat 

Pertama kali hadir di Indonesia, Daihatsu Charade bisa dikenali dari fascia depannya yang mengandalkan lampu depan bulat. Grill depannya berupa kolom kotak berisikan garis vertikal dimana logo Daihatsu mengisi salah satu kolom kotak ditengahnya. Sebagai pemanis, terdapat badge bertuliskan Charade disisi kiri bawah grillnya. Dari belakang, Charade yang disebut matbul atau mata bulat karena lampu bulatnya ini memakai lampu belakang dengan kluster kotak vertikal.

Facelift 1981

Berhubung di Jepang Charade sudah dijual sejak 1977, pada tahun 1980 sebenarnya Charade sudah mendapatkan facelift. Ciri dari Daihatsu Charade facelift ini adalah penggunaan lampu depan kotak. Bentuk grillnya juga berubah menjadi lebih miring dengan tanpa logo Daihatsu ditengah namun badge bertuliskan CHARADE masih ada disisi kirinya. Dari belakang, cluster lampu belakangnya berubah menjadi horisontal dimana lampu belakang ada dibawah sementara di atas terdapat lampu sein dan mundur.

Daihatsu Charade XG facelift

Kedua Daihatsu Charade tersebut untuk pasar Indonesia dibekali dengan mesin yang sama. Mesin Daihatsu CB20 993cc yang sama dengan yang digunakan Daihatsu Hijet 1000. Mesin dengan konfigurasi 3 silinder OHC 6 valve dengan pengabut bahan bakar karburator ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 50Hp pada 5500Rpm dan torsi sebesar 73Nm pada 3000Rpm dengan rasio kompresi 8.7:1. Untuk menggerakkan roda depan, digunakan transmisi manual 4 percepatan.

Meskipun di Jepang terdapat beberapa tipe, namun di Indonesia hanya tipe XG saja yang tersedia. Tipe ini merupakan salah satu tipe bawah yang tersedia untuk Daihatsu Charade. Fiturnya hanya ada sabuk pengaman depan, radio tanpa tape player, defroster kaca depan, ban radial tipe SR, booster rem dan kolom kemudi yang collapsible jika terjadi kecelakaan sudah menjadi standarnya. Namun begitu, Charade XG belum memiliki takometer, spion hanya 1 buah saja dan interior vinyl sederhana.

Kelebihan dari Daihatsu Charade XG adalah mesinnya yang irit dan sederhana sehingga perawatannya cukup mudah dan murah. Dipadukan dengan bobot yang ringan, Daihatsu Charade ini cukup lincah meliuk-liuk dan mudah untuk diparkirkan apalagi pandangan keluarnya jauh lebih luas daripada mobil modern. Konsumsi BBMnya sekitar 1:10 untuk dalam kota dengan kondisi lalu lintas cukup padat dengan catatan mesin yang sehat tentunya.

Kelemahan mobil ini adalah secara fitur dan lainnya, mobil ini sangat-sangat sederhana dan bare bone. Benar-benar mobil yang hanya sekedar berpindah dari titik A ke titik B tanpa kompromi. Kemudian mengingat umurnya yang hampir setengah abad serta teknologi pelapisan anti karat jaman dulu yang kurang bagus dibanding sekarang membuat mencari Daihatsu Charade XG dengan kondisi yang bagus tanpa karat dan keropos sudah sangat sulit.

Spesifikasi Daihatsu Charade XG G10 ini adalah sebagai berikut:

Spesifikasi Daihatsu Charade XG G10
Jenis Hatchback
Tipe G10
Mesin CB20 SOHC 993cc
Bore X Stroke 76 X 73 mm
Sistem Bahan Bakar Karburator
Transmisi Manual 4 Speed
Wheelbase 2,300 mm
Panjang 3,530 mm
Lebar 1,520 mm
Tinggi 1,360 mm


Comments

  1. Maaf mesinnya setahu saya OHC bukan OHV..tks

    ReplyDelete
  2. Ukuran Tanki bahan bakarnya fful tang berapa liter ya untuk g10 86....?

    ReplyDelete
  3. TRIMAKASIH REVIEWNYA, BERMANFAAT UNTUK SY YG MAU beli mobil tua ini

    ReplyDelete
  4. Sy memakai charade 82 saat sma th 88. Kelemahan yg sulit diperbaiki dan paling banyak pada kondisi ya sekarang adalah bagian bawah yg keropos dan menggeser posisi kaki kaki. Jd bagi peminat, perhatian bagian ini.

    ReplyDelete
  5. Qbisa untuk brp penumpang di mbl ini maksimal nya ?

    ReplyDelete

Post a Comment