Peugeot 605 SRi
Pada awal 1990an, orang kaya biasa di Indonesia yang menginginkan mobil mewah asal Eropa kalau tidak beli Mercedes-Benz W124 biasanya akan beli BMW E34 yang keduanya berasal dari Jerman. Alternatif lainnya paling hanyalah mobil Swedia seperti Volvo seri 700 dan 900 yang muncul pada pertengahan 90an. Bagi yang merasa ketiganya terlalu pasaran atau kemahalan dan tidak mau mobil Jepang, Peugeot punya alternatifnya dengan Peugeot 605.
Peugeot 605 dibangun diatas sasis Citroen XM dimana bodinya sendiri dirancang oleh rumah desain Pininfarina. Sepintas, Peugeot 605 ini terlihat mirip seperti Alfa Romeo 164 yang juga dirancang oleh Pininfarina namun dibandingkan Peugeot 405, Peugeot 605 bagai pinang dibelah kapak hanya saja ukurannya lebih besar. Perancangannya sudah menggunakan desain CAD yang membuat Peugeot 605 ini memiliki coeficient of drag paling kecil dikelasnya dengan 0,28. Peugeot 605 ini masuk Indonesia pada tahun 1991 dan menggantikan Peugeot 604 yang sayangnya diluar Perancis termasuk Indonesia kurang laku sehingga terdapat gap sekitar 4 tahun antara produksi terakhir Peugeot 604 dan produksi awal Peugeot 605.
Bersaing dikelas mobil eksekutif atau segment E di Eropa sana dimana mobil ini bersaing dengan mobil semacam Mercedes-Benz E-class, BMW seri 5, Volvo seri 700 sampai Rover 800 dimana semuanya memiliki ukuran yang besar sehingga cocok untuk keluarga. Rancang bangun Peugeot 605 ini memakai sasis monokok dengan suspensi depan macpherson strut dengan anti rollbar sementara bagian belakangnya memakai desain double wishbone independen. Beberapa bengkel Peugeot mengatakan bahwa suspensi Peugeot 605 ini mirip dengan suspensi Peugeot 405 sehingga bisa saling tukar sparepart. Sistem remnya sendiri memakai cakram ventilasi di depan dan cakram solid dibelakang.
Pre Facelift, Peugeot 605 SRi
Di Indonesia, Peugeot 605 pertama kali hadir pada Oktober tahun 1991 sementara di negara asalnya, mobil ini sudah dijual sejak 1989. Tipe yang tersedia saat itu hanyalah tipe SRi. Ciri khas dari model awal ini ada pada grill depan berbentuk palang horisontal tipis berjumlah 2 buah dengan lampu sein berada dibawah lampu utama. Pada bagian belakang, pre facelift bisa dikenali dari garnish belakang yang memiliki gerutan garis bodi yang menghubungkan pembatas lampu belakangnya yang bening.
Mesin yang ditawarkan pada Peugeot 605 SRi ini adalah Peugeot XU10 J2 dengan konfigurasi 4 silinder SOHC 8 valve berkapasitas 2000cc. Mesin ini menggunakan sistem injeksi bahan bakar dengan engine management Bosch Motronic yang berbeda dengan XU10 pada Peugeot 405. Hasilnya, tenaga yang dihasilkan Peugeot 605 ini lebih besar dengan 128Hp pada 5600Rpm dan torsi 178Nm pada 4800Rpm. Untuk menggerakkan roda depannya, digunakan transmisi manual 5 percepatan dan juga terdapat pilihan transmisi otomatik 4 percepatan.
Sebagai mobil eksekutif, fitur yang ditawarkan Peugeot 605 SRi ini sudah sangat lengkap dan canggih dijamannya. Sebut saja AC, power window, electric power steering, central lock, electric mirror, headlamp adjuster, sampai pengatur setir. Di bagian interiornya karena mobil ini didaulat sebagai mobil mewah sudah pasti ada aksen panel kayu namun joknya hanya memakai material kain. Pada awal peluncurannya, pembeli Peugeot 605 juga mendapat tambahan aksesori berupa telepon mobil yang jalan menggunakan jaringan AMPS yang populer sebelum jaringan GSM muncul.
Facelift, Peugeot 605 SV
Sekitar tahun 1995, Peugeot memberikan penyegaran pada Peugeot 605 dengan facelift yang juga biasa disebut penggemar Peugeot sebagai phase 2. Ciri khas dari Peugeot 605 facelift ini adalah grill depan menggunakann palang horisontal tunggal yang lebih tebal. Selain itu bentuk bumper depan juga berbeda dimana lampu sein yang tadinya berada dibumper tepat dibawah lampu depan berpindah ke samping lampu utama dan foglamp yang berada dibawah menjadi lebih besar. Dibagian belakangnya, Peugeot 605 yang sebelumnya punya garis yang menyambungkan pembatas antara kluster lampu belakang kini menjadi polos selain lampu belakangnya kini juga diberi efek smoke.
Tipe yang tersedia berganti menjadi Peugeot 605 SV yang masuk melalui skema impor CBU terbatas dengan pajak hingga 200% seperti Toyota Land Cruiser J80 atau Mitsubishi Pajero V6. Peugeot 605 sendiri tidak begitu laku di Indonesia sehingga penjualannya harus dihentikan sekitar 1994. Namun bagi mereka yang mengerti, Astra selaku perusahaan induk dari ATPM Peugeot saat itu, PT Multi France Indonesia hanya menjual 605 ini dengan skema spot order. Secara fitur, Peugeot 605 SV ini sama seperti Peugeot 605 SRi hanya saja terdapat tambahan berupa sun roof dan electric seat.
Pembeda utama dari tipe SV ini adalah mesinnya yang menggunakan mesin Peugeot ZPJ alias mesin PRV yang dibuat oleh Française de Mécanique untuk Peugeot, Renault dan Volvo. Mesin yang sudah dipakai sejak jaman Peugeot 604 ini memiliki konfigurasi V6 SOHC 12 valve berkapasitas 3000cc. Mesin yang sudah memakai sistem bahan bakar injeksi ini sanggup menghasilkan tenaga sebesar 165Hp pada 5600Rpm dan torsi 235Nm pada 3600Rpm. Untuk menggerakkan roda depan, digunakan transmisi otomatik 4 percepatan.
Di negara asalnya, Peugeot 605 ini cukup laris bahkan sampai dijadikan mobil kepresidenan Perancis ketika presiden François Mitterrand menjabat menjelang akhir jabatannya. Peugeot terus memasarkan Peugeot 605 ini sampai 1998 dan menjadi mobil Peugeot terakhir dengan nama x05 yang sudah dimulai sejak 1977 dengan Peugeot 305. Penerus dari Peugeot 605 ini sendiri adalah Peugeot 607 yang sayangnya tidak dijual resmi oleh ATPM Peugeot di Indonesia mengingat penjualan Peugeot 605 yang sangat dibawah ekspektasi.Dengan penjualan barunya yang sedikit, Peugeot 605 ini menjadi sangat langka sekarang ini. Lebih lagi, desain keseluruhan yang sangat mirip dengan Peugeot 405 yang cukup populer di Indonesia membuatnya semakin tidak terlihat dijalanan. Kelebihan Peugeot 605 ini ada di sparepart mesin dan kaki-kaki yang mirip dengan 405 sehingga cukup mudah untuk ukuran Peugeot tua. Ukurannya yang jauh lebih besar membuat mobil ini juga jauh lebih nyaman dibandingkan 405.
Namun sayangnya kelemahan utama dari 605 menurut beberapa bengkel spesialis Peugeot adalah sistem elektroniknya yang lebih manja dari Peugeot 405. Engine management bawaannya cukup pintar bisa mengenali apakah salah satu koil bermasalah atau tidak dan menyesuaikan diri dengan menurunkan performa. Pun begitu dengan deteksi bahan bakar sehingga Peugeot 605 yang seharusnya diberi Premix bisa saja diberi bensin Premium dengan oktan yang lebih rendah. Namun sebagai sistem injeksi awal, tidak tersedia port ODB II yang universal karenanya untuk diagnosis mesin harus menggunakan alat khusus seperti TAD 99 yang membaca dan melakukan flashing ECU Bosch K dan L-Jetronic.
Spesifikasi Peugeot 605 ini adalah sebagai berikut:
| Spesifikasi Peugeot 605 | |
|---|---|
| Jenis | Sedan |
| Tipe | 605 |
| Mesin | XU10 SOHC 2000cc PRV V6 SOHC 3000cc |
| Bore X Stroke | 86.0 X 86.0 mm (XU10) |
| Sistem Bahan Bakar | Injeksi |
| Transmisi | Manual 5 Speed Otomatis 4 Speed |
| Wheelbase | 2.799 mm |
| Panjang | 4.763 mm |
| Lebar | 1.798 mm |
| Tinggi | 1.419 mm |


Comments
Post a Comment